Persaudaraan dalam Islam dan Bangsa

(Berharap Terwujud Meski Dalam Suasana Pemilihan Politik Praktis)

Penulis : Imam Muhlis Ali

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam se iman dan se bangsa

Meski dalam suasana Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah), persaudaraan islam dan se bangsa harus terus dijaga, dirawat, dan dikembangkan. Hal ini mutlak di perlukan demi untuk kejayaan islam, bangsa dan negara khususnya Indonesia pancasila ini. Banyak sekali dalil naqli dan aqli yang menerangkan begitu pentingnya persaudaraan dalam islam dan persaudaraan se bangsa se tanah air.

Upaya mewujudkan persaudaraan dimulai diri sendiri

Menurut hemat saya kita semua seyogyanya mengerti dan memahami tema besar yang bernama persaudaraan islam dan bangsa yang besar ini. Namun, secara sederhana marilah kita mulai dari diri kita sendiri dengan langsung ‘action’ praktek.

Merawat persaudaraan dengan cara konstruktif dan elegan

Tentunya dalam praktek pelaksanaan merawat persaudaraan islam dan bangsa dengan cara konstruktif dan elegan tanpa meninggalkan maupun mengorbankan akidah keimanan. Juga pelaksanaannya harus didahului niat murni lillahi ta’ala tanpa ’embel-embel’ politik praktis apalagi kapitalis untung rugi ekonomi. Yang tak kalah penting merawat persaudaraan disesuaikan keadaan diri dan lingkungan.

Libatkan kearifan lokal daerah

Dalam menjalankan persaudaraan islam dan bangsa disamping berdasarkan aturan negara juga harus melibatkan budaya kearifan lokal daerah. Mengapa ?  Ini penting di saat ada semacam ‘kegagapan’ merealisasikan persaudaraan tersebut yang berakhir anti klimaks. Ada beberapa pihak yang terkesan lebih menonjolkan aturan resmi, undang-undang struktural. Ada beberapa golongan yang terkesan ‘memaksakan’ kehendak menguntungkan kelompoknya sendiri. Ada juga yang diawal-awal persaudaraan bersemangat menjaga persatuan namun endingnya malah ‘menghianati’ kesepakatan bersama.

Makanya kita perlu mengkolaborasikan semua hal dengan tindakan rasionalis di tambah dengan tetap melibatkan unsur-unsur kearifan lokal seperti misal bermusyawarah dengan warga, tokoh masyarakat dan agama, tokoh adat. Juga perhatikan betul adat istiadat, tradisi budaya setempat. Ini penting karena itu adalah kepribadian luhur bangsa kita. Jika itu semua dikomparasikan sambil melihat sejarah dulu di daerah itu serta mempertmbangkan data-data ilmiyah penelitian, maka akan terukur hasil menggembirakan maksimalisasi persaudaraan.

Tinggalkanlah fanatisme berlebihan dan tbuhkanlah budaya literasi

Makanya di era digital komunikasi ini kita seyogyanya sudah meminimalisir segala bentuk hoax dan sarkasme pernyataan.  Hal awal sederhana mari kita bersama menumbuhkan budaya literasi, budaya menghormati, menghargai, budaya berfikir ilmiyah rasional dan pelan-pelan meninggalkan budaya emosional, fanatik berlebihan pada golongan, aliran dan lain sebagainya.

Jangan ikut ‘memanaskan’ politik

Nah ,dalam konstelasi politik praktis dan pragmatis ini dimana terkesan antar umat islam di ‘paksa’ digolong-golongkan, di kelompok-kelompokkan bahkan di’ buat situasi hangat dan cenderung panas’ dalam dunia politik praktis ini. Memang kita menyadari dalam sistem demokrasi ini tak terelakkan pilihan politik praktis, pragmatis,   fanatisme, dan permisifisme. Namun seyogyanya kita bijaksana mengatur ritme politik praktis itu dengan wajar, tanpa perpecahan, tanpa pertikaian, tanpa penghinaan, tanpa justifikasi, tanpa diskriminasi, tanpa bullying, tanpa pemerkosaan hak dan  kewajiban, tanpa instabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia  dan tanpa memperalat ayat-ayat agama demi nafsu politik praktis.

Lebih dari itu yang terpenting mudah-mudahan politik praktis dan pragmatis di Indonesia tidak berdampak pada per pecahan antar umat islam. Apapun pilihannya tetap menjunjung tinggi persaudaraan islam dan bangsa.

Untuk mengupayakan persaudaraan dalam islam diperlukan nilai-nilai antara lain :

1. Keikhlasan; orang yang bersaudara, tolong-menolong harus atas dasar keikhlasan karena Allah bukan karena yang lain. Pelan-pelan kita upayakan.

2. Keadilan; persaudaraan yang dikembangkan harus dapat menumbuhkan saling berbuat adil tidak justru menimbulkan saling merugikan yang lain. Adil tidak melulu meminta hak tapi juga kewajiban dan memberi.

3. Kebebasan; persaudaraan itu mampu menumbuhkan kebebasan setiap orang untuk berpendapat, bergaul, tidak boleh ada yang saling mengekang, saling curiga dan harus di ciptakan keterbukaan dengan sesamanya.

4. Kebersamaan; persaudaraan itu harus mampu menciptakan iklim/suasana kebersamaan,  bersama dalam merasakan kebahagiaan, kesedihan dan bersama dalam ikut berpartisipasi lewat do’a, atau pemikiran, atau tenaga atau harta atau lainnya dalam menyelesaikan persoalan umat islam.

Sedangkan untuk memperkokoh persaudaraan ada beberapa langkah:

1. Saling menghormati, menghargai hak dan kewajiban  yang lain.

2. Berbicara sopan dan di usahakan tidak menyinggung perasaan orang lain.

3. Bersikap bijaksana menyikapi perbedaan.

4. Terus berlatih menjadi pribadi muslim yang ramah, tidak mudah marah serta berfikir rasional, logis, ilmiyah dan terus mengembangkan literasi keilmuwan agama dan umum agar berwawasan luas tidak fanatik sempit dan mudah menyalahkan, mengkafirkan umat islam lainnya.

5. Terus belajar, mengaji pada ulama’ kyai yang lillahi ta’ala, alim dan ahlussunnah wal jama’ah annahdliyah.

6. Tetap menunjukkan islam yang rahmatan lil alamin.

7. Kita umat islam di Indonesia menjaga persaudaraan umat islam dengan diupayakan berlatih ikhlas karena Allah bukan karena kepentingan pribadi, golongan, politik praktis maupun yang lainnya.

Demikian semoga bermanfaat dan kami mengucapkan selamat bekerja, selamat beraktifitas dan salam damai persaudaraan dalam islam.

Wallahumuwafiq ila aqwamitthoriq

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Salam ukhuwah islamiyah dan wathoniyah

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Haflah Maulidurrosul TPQ Nurul ‘Ulum Kebolampang Bersama Mahasiswa KKN UIN Walisongo

Haflah Maulidurrosul TPQ Nurul ‘Ulum Kebolampang Bersama Mahasiswa KKN UIN Walisongo WINONG, PATINEWS.COM Mahasiswa Kuliah…

31 Oktober 2020

Peringati Maulid Nabi, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Ngaji Online Kitab Mafahim di Desa Banyuurip

Peringati Maulid Nabi, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Ngaji Online Kitab Mafahim di Desa Banyuurip…

31 Oktober 2020

Satpol PP Kabupaten Pati Launching Aplikasi SIRAJA

Satpol PP Kabupaten Pati Launching Aplikasi SIRAJA PATI, PATINEWS.COM Bertempat di Aula Satpol PP Kabupaten…

31 Oktober 2020

Unik, Warga Desa Guwo Rutin Gelar Tradisi Barikan Tiap Malam Jum’at Wage

Unik, Warga Desa Guwo Rutin Gelar Tradisi Barikan Tiap Malam Jum’at Wage TLOGOWUNGU, PATINEWS.COM Kamis…

31 Oktober 2020

Membuat Acara Keagamaan Menyenangkan Anak di Tempat Ibadah

Penulis : Imam Muhlis Ali Sudah lazim anak-anak yang ikut perkumpulan semisal acara 'berjanjenan' shalawatan…

31 Oktober 2020

Hikmiatul Aliyah Bagikan Tempat Cuci Tangan di Beberapa Toko di Desa Grogolan

DUKUHSETI, PATINEWS.COM Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata Reguler Dari Rumah Angkatan 75 (KKN R-DR 75)…

30 Oktober 2020