Peresmian BLK Ponpes, Pemkab Pati Siap Dampingi Pelatihan Santri

Peresmian BLK Ponpes, Pemkab Pati Siap Dampingi Pelatihan Santri

PatiNews.Com – Kota, Bupati mengapresiasi pendirian BLK (Balai Latihan Kerja) komunitas di ponpes Al Ikhlas. Dengan adanya BLK di ponpes, menjadi nilai lebih untuk para santri. Mereka tak hanya memiliki ilmu keagamaan saja, tapi juga punya ilmu ketrampilan sesuai bidang masing-masing.

Hal ini diungkapkannya saat menghadiri pengajian umum dalam rangka Maulid Nabi sekaligus peresmian Gedung Workshop Pengolahan hasil pertanian Balai Latihan Kerja Komunitas Pondok Al Ikhlas di Desa Panjunan, Minggu (19 Januari 2020).

Pengajian ini juga dihadiri Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin bersama Kapolres Pati, Dandim 0718/Pati, Anggota DPR RI dan DPRD Kabupaten Pati.

“Sehingga hal ini membantu pemerintah dalam rangka mengurangi angka pengangguran dan mengurangi angka kemiskinan,” sambung Bupati.

Berkaitan dengan BLK komunitas di pondok pesantren, Bupati mengimbau pihak ponpes untuk bekerja sama dengan BLK Dinas Tenaga Kerja di Kabupaten Pati dalam penyelenggaraan pelatihan.

“Karena kami juga punya anggaran dari pemerintah pusat, provinsi dari pemerintah daerah yang banyak sekali melaksanakan pelatihan. Mulai dari tata boga, tata rias kemudian juga kelas pertukangan dan lain-lain ada dan semuanya tidak diambil biaya justru pulang malah mendapatkan uang saku,” terang Bupati.

Bupati juga meyakinkan kepada para orang tua agar tidak khawatir untuk menyekolahkan anaknya di pondok pesantren.

“Karena sekarang di ponpes juga dibekali dan dapat mengembangkan keterampilan dan keahlian masing-masing,” lanjutnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Taj Yasin mengungkapkan jumlah BLK komunitas pondok pesantren di Jawa Tengah pada tahun 2019 adalah 1.113 workshop. Sedangkan di tahun 2020, akan ditambah 2 ribu BLK Ponpes.

Wagub mengatakan, Pemprov Jateng siap melakukan pendampingan pelatihan untuk kemajuan BLK di ponpes Al Ikhlas Pati.

“Penempatan BLK di ponpes sudah tepat. Sesuai ajaran Rasulullah SAW untuk kemandirian. Di Jateng masih ada 500-600 ponpes yang harus mandiri,” imbuhnya.

Lebih lanjut Taj Yasin mengatakan pendirian BLK di pondok pesantren saat ini, merupakan instruksi dari Presiden RI. Maka pemerintah provinsi, ke pemkab atau pemkot bahkan sampai ke desa harus satu jalur satu arah dengan pemerintahan pusat.

“Garis besarnya SDM Unggul Indonesia Maju. Dimana kita sekarang tidak hanya pembangunan infrastruktur saja melainkan mulai pengembangan atau membuat sumber daya manusia yang memiliki misi dan visi dalam pembangunan,” pungkasnya. (pn/ hms).

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Mahasiswa KKNT UPGRIS Gelar Webinar Bijak Berikan Gawai pada Anak

EDUKA, PATINEWS.COM Kuliah Kerja Nyata atau yang sering disebut dengan KKN merupakan sebuah program yang…

15 September 2020

Digelar Virtual, Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Pati Peroleh Materi Wasbang

PATI, PATINEWS.COM Dalam rangka memupuk kecintaan kepada Negara dan Bangsa, tidak henti-hentinya Kodim 0718/Pati memberikan…

15 September 2020

Banser Pengawal Ulama’ Kyai, Habib dan NKRI

Penulis : Imam Muhlis Ali, S.Pd I* Sudah kesekian kali beberapa penceramah agama, pesohor, pejabat…

15 September 2020

Rapat Paripurna DPRD Pati, Bahas Penyertaan Modal Perumda

Rapat Paripurna DPRD Pati, Bahas Penyertaan Modal Perumda PATI, PATINEWS.COM Guna memaksimalkan Badan Usaha Milik…

15 September 2020

Siswa MI Darun Najah Ngemplak Kidul, Raih Medali Emas Karate America Championship 2020

Siswa MI Darun Najah Ngemplak Kidul, Raih Medali Emas Karate America Championship 2020 MARGOYOSO, PATINEWS.COM…

15 September 2020

Sosialisasi Jam Malam, Ini Yang Dilakukan Muspika Tlogowungu

TLOGOWUNGU, PATINEWS.COM, Muspika Tlogowungu beserta anggota Koramil 13/Tlg,  Polsek Tlogowungu dan Satpol PP  Kecamatan Tlogowungu …

15 September 2020