Categories: Beritaekonomi

Pengoptimalisasian Wakaf Tanah menjadi Produktif

Indonesia sebagai salah satu Negara terluas didunia yang memiliki banyak potensi. Salah satu dari potensi tersebut adalah pemanfaatan sumber daya alam yaitu tanah yang diproduktifkan. Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia menjadikannya sebagai Negara yang memiliki potensi wakaf yang sangat tinggi. Inilah perniagaan terbaik dengan Allah SWT. yang mengekalkan harta, mengalirkan pahala sekaligus sumber manfaat bagi umat. Dengan wakaf kita hadirkan kembali senyum diwajah mereka. Disamping salah satu aspek ajaran islam yang berdimensi spiritual, wakaf juga merupakan ajaran yang menekankan pentingnya kesejahteraan ekonomi (berdimensi sosial) yang dapat menjadi solusi pemanfaatan tanah secara produktif.

Permasalahannya adalah mayoritas tanah wakaf yang ada di Indonesia dimanfaatkan untuk masjid/musholla, sekolah, kuburan dan kegiatan sosial lainnya. Akibatnya, pengelola wakaf masih harus memutar otak untuk menutup biaya operasinonal masjid, sekolah, kuburan atau kegiatan sosial tersebut. Padahal wakaf itu fungsinya sangat luas, sangat besar. Selain itu, pemahaman dan literasi terkait wakaf produktif masih minim dimasyarakat. Para wakif (pemberi wakaf) maupun nadzir (pengelola wakaf) banyak yang masih mekanisme wakaf secara tekstual.

Produktif atau tidaknya suatu harta wakaf ditentukan oleh kemauan, kemampuan, dan profesionalitas para nadzir. Tantangan wakaf saat ini adalah hadirnya nadzir yang professional, berorientasi kepentingan umat, dilengkapi sistem yang baik, dimana kala diminta pertanggungjawaban semuanya tersedia dan jelas.

Upaya untuk mengoptimalkan wakaf produktif di Indonesia bisa dilakukan dengan cara pertama, sosialisasi dan edukasi kepada wakif, nadzir, pihak wakaf dan masyarakat umum tentang manfaat besar dari wakaf yang produktif itu sendiri. Kedua, alih manfaat tanah wakaf dari kegiatan social menjadi usaha produktif. Ketiga, adanya pelatihan pengelolaan data dan administrasi wakaf serta menumbuhkan budaya disiplin administrasi para penggiat wakaf. Keempat, meningkatkan sinergi antar akademisi, penggiat wakaf dan regulator.

Manfaat dari wakaf produktif itu sendiri adalah harta wakaf yang akan terus berkembang dan meningkatkan nilai ekonomi secara berkelanjutan.

Latifatun Nadhifah (170221100118)
Robiatul Auliyah, S.E., M.SA

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Terpasung 10 Tahun, Penderita Gangguan Jiwa Asal Talun Kayen Dievakuasi

Patinews.com - Kayen, Berasal dari informasi masyarakat, Z (40 tahun) warga Desa Talun Kecamatan Kayen…

44 menit ago

Pati Jadi Tuan Rumah Paguyuban PMI Wilayah I Jateng, Ini Pesan Bupati

Patinews.com - Kota, Bupati Pati Haryanto berharap agar rapat koordinasi Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan…

57 menit ago

Cara Mudah Memainkan Mobile Legends Di PC

Mobile Legends : Bang Bang merupakan salah satu game MOBA mobile yang paling populer saat…

14 jam ago

Sadar Akan Tantangan Industri 4.0, Prodi Perbankan Syariah IPMAFA Gelar Kuliah Pakar

Perkembangan Industri 4.0 memberikan perubahan besar dalam penyusunan strategi bisnis perusahaan tidak terkecuali pada industri…

21 jam ago

Cari Vendor Pernikahan Terpercaya? Yuk Hadiri Pati Utara Wedding Exhibition 2020

21-22 Maret 2020 “PATI UTARA WEDDING EXHIBITION 2020” . Sedang merencanakan pernikahan? Bingung dengan segala…

21 jam ago

“Hallo Pak Inggi”, Program Kades Jrahi Terima Aduan Warga

Patinews.com – Gunungwungkal, Usai dilantik menjadi Kepala Desa (Kades) Jrahi Kecamatan Gunungwungkal, Miko Adi Setyawan…

22 jam ago