Categories: Berita

Pemkab Pati Dukung Kenaikan Pangkat Bagi ASN Lulusan STIE Semarang

PatiNews.Com – Kota, Pemerintah Kabupaten Pati, tak menolak Kenaikan pangkat atau penyesuaian untuk ASN (Aparatur Sipil Negara) lulusan STIE Semarang, Karena STIE semarang tidak mengadakan kuliah jarak jauh.

Hal itu diungkapkan Bupati Pati Haryanto, saat bertemu langsung dengan pihak Yayasan Yapenkop, dan Direktur STIE Semarang, serta jajarannya di Pendopo Kabupaten Pati (23/5).

“Yang dipersoalkan kelas jauh, sementara sistem yang dipakai untuk pembelajaran STIE Semarang adalah kuliah daring (PJJ) dimana mahasiswa melakukan kuliah off line ke kampus dan pertemuan on line melalui jaringan internet serta tutorial di pati sebagaimana yang sudah diatur permendikbud 109 tahun 2013 Kita sering mengajukan kenaikan pangkat dengan penyesuaian menggunakan gelar itu di tolak di BKN bukan di Pemkab,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi penolakan kenaikan pangkat, Ia juga menghimbau agar kopertis-kopertis / perguruan tinggi melakukan pendekatan dengan BKN.

Pihak Yayasan serta Direktur STIE Semarang mengharapkan agar pengajuan kenaikan pangkat melalui penyesuaian, dari lulusan STIE Semarang dapat diterima oleh BKN mengingat sejak Februari 2016. STIE Semarang sudah tidak lagi membuka kelas jauh.

“Semua kelas jauh sudah ditarik di Semarang,” kata Dr ST Sunarto, selaku Direktur STIE Semarang.

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan, setelah semua kelas ditarik di Semarang. STIE Semarang membuka PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) yang jelas berbeda dengan Kelas Jauh. “Kalau kelas jauh kan kelas di luar kampus. Tapi kalau pendidikan jarak jauh itu proses pendidikan yang dimungkinkan mahasiswanya di luar kampus. Karena proses belajarnya menggunakan teknologi informasi (ITE. Di dalam pendidikan jarak jauh, itu STIE mengambil lingkup mata kuliah. Di situ ada 2 lingkup yakni lingkup mata kuliah dan lingkup prodi. Untuk prodi seluruh mata kuliah tidak tatap muka melainkan langsung lewat internet. Modulnya di uplod jadi mahasiswa bisa mendownload,” lanjutnya.

Selain itu ia mengharapkan adanya sinergi pemahaman antara instansi satu dengan instansi yang lain. “Misalnya DIKTI itu memberi kesempatan yang namanya Pendidikan Jarak Jauh(PJJ) bukan Kelas Jauh. Tapi instansi lain masih menganggap Kelas Jauh. Itu kan berarti nggak pas. Jadi harus ada koordinasi dan sinkronisasi pemahaman. Antara satu instansi satu dan instansi lainnya harus di tingkatkan. Ini kan hanya miss komunikasi. Masih menganggap kelas jauh. Padahal bukan kelas jauh,” pungkasnya. (pn/ sdq)

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Pasca Rontoknya Dinding Gedung RSUD Kayen, Komisi D DPRD Pati Pastikan Pelayanan Pasien Tak Terganggu

Patinews.com - Kayen, Terkait dengan adanya laporan dari masyarakat yang tersebar melalui media sosial terkait…

12 menit ago

Gandeng PIC, Kodim Pati Berbagi Ceria Bersama Ratusan Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas

Patinews.com - Kota, Bertempat di Aula suluh Bhakti Kodim 0718 Pati berbagi ceria bersama sekitar…

43 menit ago

Terpasung 10 Tahun, Penderita Gangguan Jiwa Asal Talun Kayen Dievakuasi

Patinews.com - Kayen, Berasal dari informasi masyarakat, Z (40 tahun) warga Desa Talun Kecamatan Kayen…

2 jam ago

Pati Jadi Tuan Rumah Paguyuban PMI Wilayah I Jateng, Ini Pesan Bupati

Patinews.com - Kota, Bupati Pati Haryanto berharap agar rapat koordinasi Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan…

2 jam ago

Cara Mudah Memainkan Mobile Legends Di PC

Mobile Legends : Bang Bang merupakan salah satu game MOBA mobile yang paling populer saat…

15 jam ago

Sadar Akan Tantangan Industri 4.0, Prodi Perbankan Syariah IPMAFA Gelar Kuliah Pakar

Perkembangan Industri 4.0 memberikan perubahan besar dalam penyusunan strategi bisnis perusahaan tidak terkecuali pada industri…

22 jam ago