Pati Jadi Tuan Rumah Paguyuban PMI Wilayah I Jateng, Ini Pesan Bupati

Pati Jadi Tuan Rumah Paguyuban PMI Wilayah I Jateng, Ini Pesan Bupati

Patinews.com – Kota, Bupati Pati Haryanto berharap agar rapat koordinasi Palang Merah Indonesia (PMI) memberikan kemanfaatan bersama dan dapat digunakan sebagai ajang untuk saling ngangsu kawruh keberhasilan masing-masing Kabupaten.

Hal ini disampaikan Bupati saat membuka Rakor Paguyuban Palang Merah Indonesia (PMI) Wilayah I Jateng, yang dilaksanakan di Ruang Peringgitan Pendopo Kabupaten Pati. Kamis, 27 Februari 2020.

“Kegiatan ini bisa untuk menimba ilmu. Kita tidak usah malu, sebab kalau ada yang sukses, bisa kita adopsi, kita sempurnakan dengan izin dulu kepada yang membuat prakarsa itu,” ujar Bupati.

Bupati juga menceritakan kiprahnya sebagai Ketua Umum PMI Pati yang dilalui dengan tidak mudah karena harus siap siaga di seluruh wilayah di Kabupaten Pati yang terdiri dari 401 desa, 21 kecamatan dan 5 kelurahan.

“Mulai dari bencana kekeringan yang terjadi setiap tahun, PMI selalu memberikan bantuan air bersih di daerah – daerah yang terdampak. Kemudian bencana kebakaran, PMI juga turut memberikan bantuan sosial kepada para korban, serta bencana-bencana yang lain seperti banjir, longsor dan seterusnya,” terang Bupati yang juga Ketua PMI Kabupaten Pati tersebut.

Sementara itu Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah Imam Riyanto yang berkesempatan hadir dalam musyawarah ini mengatakan bahwa kegiatan ini memang digelar secara rutin.

“Terlebih bahwa musyawarah ini di Jawa Tengah terbagi menjadi 3 regional mengikuti Bakorwil yang dulu. Namun saat ini, sebutannya berubah menjadi koordinator wilayah. Dimana wilayah 1 terdiri atas Karesidenan Semarang dan Karesidenan Pati. “Ini merupakan kegiatan periodik setiap dua bulan sekali. Tujuaannya tak lain ialah untuk saling berbagi, sambung rasa, sambung kawruh dan saling perhatian,” jelasnya.

Pihaknya pun berharap agar dalam kegiatan ini dapat senantiasa terjalin komunikasi dan kolaborasi.

“Hal khusus yang selalu menjadi perhatian PMI ialah agar tetap menjaga kesiapsiagaan bencana. Selain itu, dari pusat yaitu pak JK (Jusuf Kalla-red) menginstruksikan agar apabila terjadi suatu kejadian bencana, maksimal 6 jam PMI harus sudah tiba di lokasi. Selain itu, posko PMI kita pun memang selalu ready 24 jam,” lanjutnya.

Dia juga menambahkan bahwa hal itu dilakukan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang mungkin dibutuhkan.

“Sementara untuk hal khususnya ialah kaitannya dengan pemberian bantuan dan seterusnya,” tandasnya.

(pn/prk)

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Haflah Maulidurrosul TPQ Nurul ‘Ulum Kebolampang Bersama Mahasiswa KKN UIN Walisongo

Haflah Maulidurrosul TPQ Nurul ‘Ulum Kebolampang Bersama Mahasiswa KKN UIN Walisongo WINONG, PATINEWS.COM Mahasiswa Kuliah…

31 Oktober 2020

Peringati Maulid Nabi, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Ngaji Online Kitab Mafahim di Desa Banyuurip

Peringati Maulid Nabi, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Ngaji Online Kitab Mafahim di Desa Banyuurip…

31 Oktober 2020

Satpol PP Kabupaten Pati Launching Aplikasi SIRAJA

Satpol PP Kabupaten Pati Launching Aplikasi SIRAJA PATI, PATINEWS.COM Bertempat di Aula Satpol PP Kabupaten…

31 Oktober 2020

Unik, Warga Desa Guwo Rutin Gelar Tradisi Barikan Tiap Malam Jum’at Wage

Unik, Warga Desa Guwo Rutin Gelar Tradisi Barikan Tiap Malam Jum’at Wage TLOGOWUNGU, PATINEWS.COM Kamis…

31 Oktober 2020

Membuat Acara Keagamaan Menyenangkan Anak di Tempat Ibadah

Penulis : Imam Muhlis Ali Sudah lazim anak-anak yang ikut perkumpulan semisal acara 'berjanjenan' shalawatan…

31 Oktober 2020

Hikmiatul Aliyah Bagikan Tempat Cuci Tangan di Beberapa Toko di Desa Grogolan

DUKUHSETI, PATINEWS.COM Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata Reguler Dari Rumah Angkatan 75 (KKN R-DR 75)…

30 Oktober 2020