Modal Dasar Utama Bagi Pengusaha, Safin Sebut Empat Hal Ini

Modal Dasar Utama Bagi Pengusaha, Safin Sebut Empat Hal Ini

Patinews.com – Kota, Keterbatasan modal financial, bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pati, diharapkan tak menjadi hambatan dalam mengembangkan usaha.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) dihadapan anggota Komunitas UMKM Pati (KUPAT) dalam acara Tasyakuran Hari Jadi Ke-1 KUPAT yang digelar di nDalem KUPAT Jalan Supriyadi Gang 3 Pati. Sabtu, 26 Oktober 2019.

Bagi Wabup, anggapan-anggapan seperti itu tidak akan muncul dari seseorang yang memiliki mental pengusaha. “Jangan pernah berpikir seperti itu. Itu bukan mental usaha,” imbuh Safin.

Kepercayaan, Komitmen, Kecintaan, dan Jejaring

Safin menegaskan, dalam menjalankan usaha, modal dasar yang paling utama adalah kepercayaan, komitmen, kecintaan, dan jejaring. Jika semua itu telah terpenuhi, lanjut Safin, modal finansial akan datang dengan sendirinya.

Tak hanya itu, Safin juga berpesan, para pelaku UMKM tidak sepatutnya terlalu bergantung pada program pemerintah dalam meningkatkan laju bisnis.

Sebab, jika terlalu mengandalkan pemerintah, pelaku UMKM akan terninabobokan dan usahanya tidak akan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Pihaknya berharap, para pelaku UMKM tidak berkecil hati meski harus memulai usaha dengan tertatih-tatih. Baginya, memulai usaha memang berat.

Namun, dengan adanya komunitas semacam KUPAT ini, Safin meyakini, para pelaku UMKM akan sangat terbantu dalam memenuhi satu di antara modal usaha yang paling berharga, yakni jejaring.

Dari jejaring, kita bisa memperoleh pasar, bahan baku, koneksi, dan sebagainya. Ini era bisnis kolaborasi, bukan lagi monopoli. Dengan berjejaring dalam komunitas ini, para pelaku UMKM di Kabupaten Pati bisa maju dan sukses bersama,” imbuhnya lagi.

Safin berharap, KUPAT yang didirikan pada 20 Oktober 2018 dan kini beranggotakan sekira 150 pelaku UMKM ini bisa terus berkembang.

“Yang lebih penting lagi, saya berharap, KUPAT dapat menjadi embrio tercapainya 15% wirausaha dari total jumlah penduduk,” ujarnya.

Safin mengatakan, jika jumlah wirausahawan mencapai 15% dari keseluruhan jumlah penduduk suatu daerah, pasti daerah tersebut akan menjadi maju.

Menurutnya, saat ini di Indonesia jumlah wirausahawan masih sekitar 3 sampai 4 persen dari total penduduk. “Kalau sudah mencapai 15 persen atau lebih, itu sudah bisa dikatakan negara maju,” ungkapnya.

Sementara, Ketua KUPAT Yuli Sanjoto meyakini, masih amat banyak pelaku UMKM di Kabupaten Pati yang belum bergabung di komunitas ini. Ia memperkirakan jumlahnya ada 4.000-an. Ia berharap, ke depan, mereka bisa bergabung dan berkolaborasi bersama di dalam KUPAT.

“Karena, UMKM ini, kalau kita berjalan sendiri-sendiri tidak akan terlihat. Tapi kalau kita berkolaborasi, berkumpul bersama, kita akan semakin terlihat. Banyak juga keuntungan lain yang bisa didapat dengan berjejaring,” harapnya.

Yuli menyebut, satu di antara keuntungan yang bisa didapat pelaku UMKM dengan bergabung di KUPAT ialah memperluas pemasaran produk.

Misalnya kalau ada pameran besar semacam Jateng Fair. Seandainya kita daftar sebagai pribadi, berapa biaya yang harus dikeluarkan? Sedangkan kita ini di kategori usaha kecil. Kalau kita berjejaring sebagai suatu komunitas, kemudian kita bekerjasama dengan dinas atau pemerintah daerah terkait, memasarkan produk kita di pameran besar akan lebih mudah,” terangnya.

Di samping keuntungan tersebut, terang Yuli, KUPAT juga memfasilitasi para pelaku UMKM baru untuk meningkatkan kepercayaan diri sebagai pengusaha melalui pelatihan-pelatihan tertentu.

Masih banyak pelaku usaha baru yang belum cukup percaya diri. Padahal, kalau kita tidak percaya diri, bagaimana konsumen akan percaya pada produk kita? Kadang, untuk mendapatkan kepercayaan diri sebagai pengusaha memang harus berlatih dulu. Di KUPAT ada pelatihan-pelatihan semacam itu,” tandas Yuli. (pn/ dok Humas).

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Santri Positif Korona di Kajen Margoyoso, Bertambah 26

Santri Positif Korona di Kajen Margoyoso, Bertambah 26 MARGOYOSO, PATINEWS.COM Bupati Pati Haryanto menyampaikan perkembangan…

9 Agustus 2020

Musdhalifah Hesti Anggraini, Ciptakan Alat Semprot Handsanitizer Tanpa Sentuh Sebagai Upaya Cegah Covid-19

Musdhalifah Hesti Anggraini, Ciptakan Alat Semprot Handsanitizer Tanpa Sentuh Sebagai Upaya Cegah Covid-19 PATI, PATINEWS.COM…

9 Agustus 2020

PPDI Pati Punya Sekretariat Baru

PPDI Pati Punya Sekretariat Baru PATI, PATINEWS.COM Pengesahan Sekretariat PPDI (Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia) Kabupaten…

9 Agustus 2020

Banggar DPRD Pati, Fokuskan Penanganan Bencana

Banggar DPRD Pati, Fokuskan Penanganan Bencana PATI, PATINEWS.COM Pimpinan DPRD Kabupaten Pati bakal fokus penganggaran…

9 Agustus 2020

Annisa Syafira, Edukasi Ketahanan Pangan dengan BUDIKDAMBER

Annisa Syafira dalam pelaksanakan program monodisiplin dengan edukasi Budikdamber #KKNMbangunDeso PATINEWS.COM (31/07)– Mahasiswi KKN Tim…

8 Agustus 2020

3 M! (Murah, Mudah dan Merakyat), Begini Cara Bikin Hand Sanitizer dari Bahan Alami

3 M! (Murah, Mudah dan Merakyat), Begini Cara Bikin Hand Sanitizer dari Bahan Alami Pati…

8 Agustus 2020