• Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita
  • Login
Patinews Berita Pati Hari Ini
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
No Result
View All Result
  • Home
  • NewsPrime
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review
  • Kirim Artikel/BeritaCreate Story
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Patinews Berita Pati Hari Ini
No Result
View All Result
Home News

Marsinah, Buruh Pabrik Arloji Resmi Diberi Gelar Pahlawan Nasional

patinews.com by patinews.com
10 November 2025
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Marsinah, Buruh Pabrik Arloji Resmi Diberi Gelar Pahlawan Nasional
18
VIEWS
Share on WAShare on FBShare on Twitter

RelatedPosts

Kelelahan hingga Keringat Dingin, Plt Bupati Pati Minta Maaf Soal Insiden Salah Sebut Sila ke-2 Pancasila

Pemkab Pati Wajibkan Telur Peternak Lokal Diserap Buat Program MBG, SPPG yang Ngeyel Bakal Dipanggil

Siswa PT Palapa Muda Indonesia Ikuti Noryo Bon Odori, Perkuat Adaptasi Budaya dan Kehidupan Sosial di Jepang

Marsinah, Buruh Pabrik Arloji Resmi Diberi Gelar Pahlawan Nasional
Pati, 10 November 2025 — PNETWORK
Lebih dari tiga dekade setelah jasadnya ditemukan tak bernyawa di sebuah gubuk di Dusun Jegong, Nganjuk, nama Marsinah kembali bergema. Buruh perempuan yang tewas pada Mei 1993 itu kini diusulkan menjadi Pahlawan Nasional, sebagai simbol perjuangan kelas pekerja dan keberanian melawan ketidakadilan di masa Orde Baru.
Perempuan Biasa, Perlawanan Luar Biasa
Marsinah lahir di Desa Nglundo, Nganjuk, pada 10 April 1969. Hidup dalam kesederhanaan, ia tumbuh menjadi sosok tangguh. Selepas remaja, Marsinah merantau ke Surabaya dan bekerja di pabrik jam tangan PT Catur Putra Surya (CPS), Porong, Sidoarjo. Di sinilah semangat juangnya tumbuh.
Saat pemerintah provinsi menetapkan kenaikan upah minimum buruh pada 1993, perusahaan tempatnya bekerja justru menolak melaksanakan kebijakan itu. Marsinah menolak diam. Ia memimpin aksi solidaritas, mendorong rekan-rekannya untuk menuntut hak yang dijanjikan negara.
Namun, keberaniannya berujung tragis. Setelah serangkaian aksi mogok kerja, Marsinah dilaporkan hilang pada 5 Mei 1993. Tiga hari kemudian, tubuhnya ditemukan penuh luka. Ia meninggal dunia pada usia 24 tahun.
Kasus ini menjadi salah satu pelanggaran HAM paling kelam dalam sejarah perburuhan Indonesia. Hingga kini, pelakunya tak pernah benar-benar diadili.
Presiden Prabowo Dukung Gelar Pahlawan Nasional
Pada peringatan Hari Buruh Internasional (1 Mei 2025) di Monas, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dukungannya agar Marsinah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Dukungan itu datang atas desakan serikat buruh yang menilai Marsinah telah menjadi simbol keberanian dan keteguhan kaum pekerja.
“Perjuangan Marsinah adalah perjuangan untuk keadilan dan martabat manusia,” ujar Prabowo di hadapan ribuan buruh saat itu.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk kemudian menindaklanjuti dukungan tersebut dengan mengajukan usulan resmi ke Kementerian Sosial. Nama Marsinah kini masuk dalam daftar 40 tokoh yang diajukan untuk menerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025.
Namun, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan, proses penetapan masih panjang dan tidak bisa dilakukan tahun ini. “Perlu kajian mendalam dari tim pengkaji nasional. Kita ingin penghargaan ini tidak hanya simbolik, tetapi benar-benar menghargai nilai perjuangannya,” ujarnya.
Lebih dari Sekadar Nama di Batu Nisan
Bagi banyak aktivis buruh, pengakuan terhadap Marsinah bukan hanya soal gelar. Ini tentang pengakuan negara terhadap perjuangan buruh perempuan, terhadap keberanian menentang kekuasaan yang menindas, dan terhadap nilai kemanusiaan yang ia pertahankan hingga akhir hayat.
“Menjadikan Marsinah pahlawan nasional berarti meneguhkan bahwa keadilan sosial adalah bagian dari cita-cita kemerdekaan,” kata Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.
Simbol Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Marsinah telah lama hidup dalam lagu, puisi, dan mural di berbagai kota. Namanya dijadikan simbol perjuangan, seperti Kartini dari kalangan buruh. Ia bukan pejabat, bukan politisi, tapi keberaniannya melampaui batas waktu dan status sosial.
Kini, ketika Indonesia tengah berbenah dalam kesejahteraan buruh dan reformasi ketenagakerjaan, pengakuan terhadap Marsinah bisa menjadi titik balik moral bangsa.
Hari ini, Senin, 10 November 2025, Marsinah, Ditetapkan oleh Presiden Prabowo menjadi pahlawan nasional pertama dari kalangan buruh perempuan, sebuah penanda bahwa perjuangan untuk keadilan tidak selalu harus memanggul senjata — cukup dengan keberanian berkata benar di hadapan kekuasaan.
(pn/)

patinews.com

patinews.com

redaksi@patinews.com

Related Posts

Kelelahan hingga Keringat Dingin, Plt Bupati Pati Minta Maaf Soal Insiden Salah Sebut Sila ke-2 Pancasila
Berita

Kelelahan hingga Keringat Dingin, Plt Bupati Pati Minta Maaf Soal Insiden Salah Sebut Sila ke-2 Pancasila

18 Agustus 2026
12
Pemkab Pati Wajibkan Telur Peternak Lokal Diserap Buat Program MBG, SPPG yang Ngeyel Bakal Dipanggil
Berita

Pemkab Pati Wajibkan Telur Peternak Lokal Diserap Buat Program MBG, SPPG yang Ngeyel Bakal Dipanggil

18 Agustus 2026
11
Siswa PT Palapa Muda Indonesia Ikuti Noryo Bon Odori, Perkuat Adaptasi Budaya dan Kehidupan Sosial di Jepang
Berita

Siswa PT Palapa Muda Indonesia Ikuti Noryo Bon Odori, Perkuat Adaptasi Budaya dan Kehidupan Sosial di Jepang

18 Agustus 2026
60
Polsek Lasem Bersama Damkar dan Masyarakat Padamkan Kebakaran Lahan di Desa Selopuro
News

Polsek Lasem Bersama Damkar dan Masyarakat Padamkan Kebakaran Lahan di Desa Selopuro

18 Agustus 2026
21
Polres Rembang Kenalkan Teknologi AI kepada Pelajar SMA Negeri 2 Rembang, Dorong Generasi Muda Melek Digital
News

Polres Rembang Kenalkan Teknologi AI kepada Pelajar SMA Negeri 2 Rembang, Dorong Generasi Muda Melek Digital

18 Agustus 2026
14
Gerak Cepat Anggota Polsek Lasem Bersihkan Tumpahan Oli di Jalan Desa Dasun
News

Gerak Cepat Anggota Polsek Lasem Bersihkan Tumpahan Oli di Jalan Desa Dasun

18 Agustus 2026
18
Seedbacklink
No Result
View All Result

Terbaru

  • Cottageparapat.com Hadir sebagai Referensi Wisata dan Informasi Lokal Seputar Parapat dan Danau Toba
  • Kelelahan hingga Keringat Dingin, Plt Bupati Pati Minta Maaf Soal Insiden Salah Sebut Sila ke-2 Pancasila
  • Pemkab Pati Wajibkan Telur Peternak Lokal Diserap Buat Program MBG, SPPG yang Ngeyel Bakal Dipanggil
  • Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek
  • Siswa PT Palapa Muda Indonesia Ikuti Noryo Bon Odori, Perkuat Adaptasi Budaya dan Kehidupan Sosial di Jepang
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Patinews.com
  • Berita
    • event
    • Olahraga
    • politik
    • bisnis
  • wisata
    • kuliner
    • Sejarah
  • Lowongan Kerja
  • Kontak
  • Youtube
  • Kirim Artikel/Berita

© 2020 patinews.com - Pati Hari Ini patinews.