Categories: Featured

Manusia Ternyata Menelan Sampah Mikroplastik Setiap Hari

Penulis : Mufidatin Farikhah (Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Keberadaan plastik tak bisa dikontrol lagi di bumi ini. Mulai dari kemasan sabun, sampo, hingga kemasan makanan hampir semua mengandalkan plastik. Tanpa harus mengelak, kita tidak bisa menghindari penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.

sumber poto: ideaonline.co.id

Sangat disayangkan jika potongan-potongan kecil dari plastik ini masuk ke dalam tubuh tanpa kita sadari. Hingga pada akhirnya, manusia ternyata menelan sampah mikroplastik setiap hari.

Umumnya, sifat plastik sangat sulit terurai secara alami. Proses penguraian berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Namun seiring berjalannya waktu, plastik akan terurai menjadi potongan-potongan kecil yang disebut mikroplastik. Potongan-potongan kecil inilah yang mempunyai dampak buruk terhadap lingkungan.

Sebuah peneliti menemukan bahwa mikroplastik banyak ditemukan dalam makanan, terutama makanan laut. Mengambangnya plastik di laut yang telah terurai menjadi mikroplastik mempunyai kemungkinan besar untuk tenggelam. Sehingga hanyut dan sering dikonsumsi oleh organisme laut.

Jelas, bahwa mikroplastik mudah termakan oleh organisme laut karena ukurannya yang kecil. Jika organisme laut ini banyak dijual di pasaran, maka mikroplastik mempunyai peluang besar dalam mengontaminasi makanan yang akan dikonsumsi oleh manusia.

Di Indonesia sendiri, Rohman et al (2015) meneliti bahwa ikan-ikan yang dijual di Pasar Ikan Paotere Makassar mengandung sampah antropogenik 28% dari ikan itu sendiri dan 55% dari seluruh spesies. Sampah antropogenik yang terkandung dalam ikan tersebut berupa plastik.

Tak hanya di laut, plastik telah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Pencemaran plastik semakin banyak ditemukan di berbagai lingkungan. Sekali pemakaian kemudian mengotori lingkungan kita. Fatalnya, jika penggunaan plastik tidak disertai dengan pembuangan yang benar, maka bisa mengakibatkan penumpukan pada sampah.

Hal ini yang menjadikan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah masih buruk, seperti penimbunan di tanah atau pembuangan langsung ke sungai.
Menurut Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang tahun 2017, jumlah sampah yang masuk ke TPA Jatibarang sebesar ± 800 – 900 ton per hari, dengan peningkatan rata-rata 1,5% per tahun. Dari jumlah sampah tersebut 13% diantaranya adalah sampah plastik dan bahan inert lainnya.

Pencemaran plastik juga terjadi di lautan. Plastik yang terbuang ke laut mengakibatkan dampak buruk pada kehidupan laut. Dampak buruk plastik yaitu lingkungan dan berpotensi tertelan oleh hewan atau membuat hewan terbelit (Kershaw, 2016).

Plastik yang membelit hewan dapat membahayakan hewan tersebut hingga taraf kematian dengan menyebabkan hewan laut tercekik, terluka, ataupun terjebak di suatu lokasi. Ketika plastik tertelan oleh hewan maka mengakibatkan menurunnya konsumsi makanan hewan, terakumulasi atau organ internal terluka. Plastik dapat menimbulkan perasaan kenyang sebab tertahan di saluran pencernaan (Li et al, 2016).

Berdasarkan paparan di atas, telah membuktikan dengan beredarnya ikan-ikan di pasaran mempunyai potensi bahwa manusia ternyata menelan sampah mikroplastik setiap hari. Oleh karena itu cobalah mencuci dengan bersih produk makanan laut dan masak dalam konsistensi matang.

(*).

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Warga Dukuh Njugo Tlogosari, Lakukan Audiensi dengan Komisi A DPRD Pati

PATI, PATINEWS.COM Warga Dukuh Njugo Desa Tlogosari Kecamatan Tlogowungu, Pati mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pati.…

13 Agustus 2020

LKP Nissan Fortuna Pati, Gelar Promo Terbatas Stir Mobil Gratis Plus Mekanik Motor di Bulan Kemerdekaan

  PATI, PATINEWS.COM Memperingati bulan kemerdekaan, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Nissan Fortuna Pati menggelar…

13 Agustus 2020

Terima Audiensi Warga Desa Semampir, Pimpinan DPRD Pati Sarankan Tempuh Jalur Hukum

PATI, PATINEWS.COM DPRD Kabupaten Pati kembali didatangi oleh Masyarakat Desa Semampir yang ingin menyampaikan aduannya…

13 Agustus 2020

Cegah covid 19: Lindungi diri anda

PATINEWS.COM Ditahun 2020 terdapat  virus yang dirasa mematikan yakni virus corona. Seiring dengan berjalannya waktu…

13 Agustus 2020

Langkah Kecil Merubah Negeri, Mahasiswa UMM Bagikan 100 Paket PMT di Posyandu Desa Klumutan Madiun

Oleh: Leidyana Widiyakusua 4 Agustus 2020 Rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok 66 PMM Bhaktimu…

13 Agustus 2020

Mahasiswa KKN UNDIP di Prawoto Sukolilo, Manfaatkan SDA Untuk Pembuatan Handsanitizer Alami

SUKOLILO, PATINEWS.COM (13/08/2020) Tangan adalah bagian tubuh yang sangat rentan menjadi tempat bersarangnya virus dan…

13 Agustus 2020