Madrasah Damai Pati, Kick-off Wisata Pantura Lintas Agama dari Masjid Kajen

Madrasah Damai Pati, Kick-off Wisata Pantura Lintas Agama dari Masjid Kajen

PatiNews.Com – Margoyoso,

Madrasah Damai Pati (22/2/2020} mengadakan kegiatan Pantura Interfaith Journey selama dua hari melibatkan puluhan aktifis muda perdamaian lintas agama dari berbagai provinsi di Indonesia. Para aktifis calon pemimpin agama-agama di Indonesia ini datang dari berbagai provinsi karena ingin merayakan keberagaman dalam keberagamaan sesuai motto yang diangkat Madrasah Damai Pati dalam kegiatan tersebut “Let Celebrate the Diversity”. Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia seperti Jayapura, Madura, Surabaya, Yogya, Salatiga, Semarang, Jakarta, Tasikmalaya dan dari berbagai komunitas lintas agama di Pati.

Kamilia Hamidah, Direktur Madrasah Damai Pati menyampaikan apresiasi kepada aktifis muda perdamaian yang datang dari berbagai provinsi yang sangat antusias mengikuti kegiatan Wisata Lintas Agama ini. Sebenarnya banyak sekali yang daftar dan ingin mengikuti kegiatan ini, tetapi keterbatasan fasilitas sehingga penyelenggara harus membatasi jumlah peserta. Mereka begitu antusias untuk bisa merasakan hidup bersama berinteraksi dengan pemeluk agama yang beragam selama perjalanan. Ini menunjukkkan betapa masyarakat kita yang beragam agama ini masih terus mendambakan perdamaian dalam keberagamaan. Isu-isu membangun perdamaian dan menghindarkan konflik antar umat beragama maupun antar kultur masih terus relevan dan dibutuhkan masyarakat kita, tegasnya.

Kegiatan Pantura Interfaith Journey ditujukan untuk membangun interaksi hidup antar tokoh-tokoh muda berbagai agama sekaligus didesain sebagai media untuk saling memahami persamaan dan perbedaan serta membangun interaksi personal yang lebih erat. Selama perjalanan disisipkan materi-materi ringan tentang dialog antar agama dan budaya. Selain itu juga dikondisikan terciptanya pola interaksi antar pemeluk agama yang berbeda, misalnya selama perjalanan tempat duduk dikondisikan berdampingan dengan pemeluk agama yang berbeda. Begitu juga di penginapan, dikondisikan bersama pemeluk agama yang berbeda. Tempat-tempat yang menjadi objek wisata dipilih yang mempunyai nilai toleransi kegamaan dan mempunyai nilai wisata dan dipilih dari berbagai agama yang berbeda.

Kick-off kegiatan Pantura Interfaith Journey sengaja dipilih dari Masjid Syekh Ahmad Mutamakkin Kajen Margoyoso Pati karena masjid ini diyakini sebagai salah satu masjid bersejarah yang mempromosikan penyebaran agama yang damai dan penuh toleransi. Menurut Zuly Rizal, pemandu wisata dari Islamic Center Masjid Kajen, penyebaran Islam Kajen, Pati dimulai dari masjid Kajen ini, dan masjid ini dalam sejarahnya adalah sentral penebar perdamaian dan tolerasi. Itu bisa dilihat dari mimbar masjid yang mesih terpasang patung kepala naga atau sebagian orang menyebutnya kepala anjing karena mirip keduanya. Mungkin hampir tidak ada masjid yang begitu tinggi mengajarkan nilai-nilai toleransi kecuali masjid Kajen ini. Demikian ungkap Zuly.

Dari Masjid Kajen Pati, para peserta diajak menyusuri jalur Pantura menuju  Pura Giri Natha Semarang kemudian diikuti dengan mengunjungi Pondok Pesantren Edi Mancoro Salatiga untuk malamnya mengikuti kegiatan kumpul bersama lintas agama dengan menikmati diskusi ringan tentang dialog lintas agama dari para nara sumber dilanjutkan dengan beragam penampilan dari para santri dan peserta lalu peserta diajak menginap di pesantren tersebut agar merasakan suasana pesantren. Kegiatan Wisata lintas Agama ini ditutup besoknya dengan mengunjungi Kuil Sam Poo Kong di Semarang.

Madrasah Damai adalah lembaga pelatihan, penelitian dan pendidikan perdamaian yang berbasis santri dengan cita-cita memberikan manfaat bagi kehidupan berbangsa, berkemanusiaan dan bergama yang menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian. Madrasah Damai mempromosikan  ketahanan sosial, keberagamaan dan wawasan dalam pencegahan konflik pada tingkat lokal, regional, nasional bahkan internasional.

Madrasah Damai secara terporgram menjalankan kegiatan kajian dan penelitia pada isu-isu perdamaian aktual, termasuk di dalamnya isu demokrasi, HAM, resolusi Konflik, dan multikulturalisme. Kegiatan pelatihan fasilitator perdamaian, rohis dan santri tentang nilai-nilai perdamaian juga terus diadakan lembag ini, termasuk kelas-kelas motivasi yang mengangkat isu perdamaian.

Selain itu Madrasah Damai menjadi wadah berkumpulnya aktifis perdamaian dari kalangan santri dan pesantren. Motto yang dingkat oleh Madrasah Damai adalah “Dari Pesantren untuk Indonesia yang Damai, Dari Pesantren untuk Dunia yang Damai.

Kamilia Hamidah, Lc. MA

Direktur Madrasah Damai Pati

H.P. 821-2258-8828

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Bahas RKPD, Pemkab Pati Gelar Musrenbang Online

Bahas RKPD, Pemkab Pati Gelar Musrenbang Online PatiNews.Com - Kota, Bertempat di ruang Command Center…

4 jam ago

Satu PDP di Pati Positif Covid-19, Dirawat di RSUD Moewardi Solo

Satu PDP di Pati Positif Covid-19, Dirawat di RSUD Moewardi Solo PatiNews.Com - Kota, Bupati…

6 jam ago

Jadi Lebih Pendek, Satlantas Polres Pati Ubah Jam Pelayanan SIM

Jadi Lebih Pendek, Satlantas Polres Pati Ubah Jam Pelayanan SIM PatiNews.Com - Kota, Sebagai salah…

11 jam ago

Ada Wabah, KUA di Pati Terapkan Protokol Menikah

Patinews.com – Kota, Ditengah pandemi, Kemenag berlakukan WFH (Work From Home). Namun, layanan publik non…

1 hari ago

Lindungi Petugas Medis, Ganjar Borong 10 Ribu APD

Patinews.com - Jateng, Demi keselamatan petugas medis, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memborong 10 ribu coverall atau…

1 hari ago

Karang Taruna Sarikamandowo dan Anggota Ansor Banser Talun, Bagikan Hand Sanitizer

Patinews.com - Kayen, Pembagian hand sanitizer secara gratis dan penyemprotan tangan bagi jama’ah sholat jumat…

1 hari ago