Longsor Sepanjang 20 Meter Tutup Jalan di Desa Medani Cluwak, Warga Gotong Royong Bareng TNI-Polri

Longsor Sepanjang 20 Meter Tutup Jalan di Desa Medani Cluwak, Warga Gotong Royong Bareng TNI-Polri

PatiNews.Com – Cluwak, Anggota TNI dari Koramil 08 /Cluwak bersama anggota Polsek Cluwak, dinas Instansi dan masyarakat desa Medani pagi tadi melaksanakan kegiatan kerja  bhakti di lokasi bencana tanah longsor tepatnya di sebelah barat obyek wisata Rimong Indah RT. 4 RW. 2 desa Medani Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati Jateng. Jumat, 21 Februari 2020.

Kontur tanah yang tidak rata antara tebing serta jurang di wilayah ini  memang sangat rawan. Ini dikarenakan desa Medani yang merupakan perbatasan langsung antara Kabupaten Pati dengan Jepara berada di lereng pegunungan Muria, sehingga Potensi terjadinya bencana tanah/tebing longsor sewaktu-waktu dapat mengancam apabila diguyur hujan dengan intensitas tinggi diwilayah tersebut.

Seperti kejadian hari rabu malam kemarin, tanah/tebing setinggi 10 meter dengan kelebaran 20 meter yang mengalami longsor menutup badan jalan sehingga memutus akses warga dari desa Medani Kecamatan Cluwak Pati menuju desa Tempur kabupaten Jepara.

Untuk membuka akses jalan yang tertutup oleh tanah bercampur dengan batu, ratusan orang gabungan dari TNI, POLRI, dinas instansi bersama warga desa Medani, hari  jumat pagi bergotong royong dengan manual menggunakan alat seadanya membersihkan reruntuhan yang berasal dari tebing yang berada tepat disebelah jalan.

Kegiatan kerja bhakti yang dipimpin langsung oleh Muspika Cluwak serta kepala desa Medani Sutono ini dimulai pukul 07 00 wib sedikit demi sedikit membersihan longsoran tanah serta bebatuan dengan cara memindahkannya dan membuang ke sisi sebelah jalan sehingga jalan tersebut dapat dilalui oleh kedua desa tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Danramil Cluwak Kapten Cba Kistono mengatakan, “Walaupun material yang menutup jalan sudah kami bersihkan, namun kami menghimbau kepada warga yang melintas disekitar lokasi tersebut  agar tetap berhati-hati,”

“Ini disebabkan kontur tanah yang tidak rata, antara tebing dan jurang, dan lokasi tebing yang longsor saat ini masih sangat rawan dikarenakan tidak adanya penahan berupa tanaman dan pohon sehingga apabila terjadi hujan deras dikawatirkan akan terjadi longsor kembali,” tandas Kapten Kistono. (pn/ ryan)

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Monitoring Sungai Silugonggo

  Penulis: Bernadete Valencia Christianto – Mahasiswi Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Sungai merupakan…

29 Mei 2020

Hewan Kecil, Khasiat Luar Biasa

Oleh Hamidah Nur Asih Hewan apakah ini, lalu khasiat apa yang di hasilkan ? bukan…

29 Mei 2020

Bawa Pemudik, Bus ini Diminta Putar Balik

REMBANG, Seluruh kendaraan yang masuk ke Kabupaten Rembang benar-benar diperketat pengawasannya. Jum'at (29 Mei 2020)…

29 Mei 2020

5 FILM INDONESIA DENGAN JUMLAH PENONTON TERBANYAK DI HARI PERTAMA

Siapa sih yang gak suka nonton film? Pastinya untuk semua orang menjawab suka, apalagi kalau…

29 Mei 2020

Satu Pasien Positif Corona di Kaliori Rembang, Meninggal

REMBANG, Seorang laki -laki berusia 56 tahun, berstatus positif covid-19, meninggal dunia di ruang isolasi…

29 Mei 2020

Hingga 11 Bulan ke Depan, Stok Pangan di Jateng Aman

JATENG, PATINEWS.COM Stok pangan di Jawa Tengah aman hingga minimal 11 bulan ke depan. Bahkan…

29 Mei 2020