Categories: Featured

Lestarikan Tradisi Berzanjenan

Lestarikan Tradisi Berzanjenan

PATINEWS.COM

Penulis : Imam Muhlis Ali

Seperti umumnya masyarakat Indonesia pada bulan Maulud atau Rabi’ul Awal semarak dengan kegiatan keagamaan bernama berzanzenan atau sholawatan bersama-sama di langgar (musholla), masjid, rumah, atau tempat-tempat lainnya.

Berzanjenan awal katanya dari kitab yang di baca yakni barzanzi ( lihat referensi ). Dimana orang Indonesia (nusantara) sejak zaman dulu sudah dilakukan sebagai tradisi kebudayaan yang menyatu dalam kehidupan masyarakat. Padahal berzanzenan adalah ibadah keagamaan dan itu adalah kekuatan tradisi atau ciri.khas masyarakat nusantara ( Indonesia) sampai Sekarang dan kedepannya. Hal ini menjadi local wisdom ( baca:  kebijaksanaan dan kearifan nilai -nilai lokal daerah). Dan ini seharusnya tetap di jaga, di lestarikan dan mungkin di kembangkan.

Al-Barzanji adalah karya tulis berupa prosa dan sajak yang isinya bertutur tentang biografi Muhammad, mencakup nasab-nya (silsilah), kehidupannya dari masa kanak-kanak hingga menjadi rasul. Selain itu, juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimilikinya, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan manusia. pembacaan Kitab al-Barzanji (lisan Jawa menyebutnya ‘Berjanji’ atau ‘Berjanjen’). Membaca Barzanji seolah menjadi sesi yang tak boleh ditinggalkan dalam setiap peringatan Maulid Nabi. Pembacaannya dapat dilakukan di mana pun, kapan pun dan dengan notasi apa pun, karena memang tidak ada tata cara khusus yang mengaturnya. (www.nu.or.id)

Ritual keagamaan dan sosial spiritual adalah dua hal yang sudah diciptakan dan.di kolaborasikan dengan apik oleh para waliyuah dan sunan Wali songo di pulau Jawa saat itu dan terus dilestarikan oleh para Kyai ulama’ ahlussunnah waljama’ah.Lalu terus di kembangkan oleh Kyai Nahdlatul Ulama’ sampai Sekarang.

Nikmatnya kebersamaan

Sejak dulu simbah, buyut-buyut kita memang istiqomah berzanzenan dan makan nasi ambengan. Biasanya habis berzanzenan lalu secara bersama-sama makan nasi ambengan. Nah disinilah nikmatnya kebersamaan. Dengan lahap makan bareng-bareng nasi ambengan terasa betul suasana kekeluargaan.  Kerukunan dan persatuan jelas terlihat dan di rasakan bersama. Kita enak memandang yang seperti Ini dan berharap seluruh masyarakat Indonesia bisa mengambil positif dan hikmah tradisi keagamaan dan kebudayaan.  Hindarilah sikap cepat menyalahkan dan carilah kesamaan sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Allahumma Shalli ‘Ala Sayyidina Muhammad..

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Diakui Dunia, Generasi Muda Wajib Lestarikan Budaya Wayang Kulit

BUDAYA, PATINEWS.COM Bupati Pati Haryanto mendukung sepenuhnya penyelenggaraan kegiatan yang bertujuan untuk nguri-uri budaya ini.…

19 Oktober 2020

282 KK di Desa Karangsari Cluwak, Peroleh Bantuan Sosial Tunai

CLUWAK, PATINEWS.COM COVID-19 Merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Coronavirus Disease yang menyebar sangat cepat…

19 Oktober 2020

Manfaatkan Lahan Pekarangan dengan Tanaman Hortikultura

GEMBONG, PATINEWS.COM Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata ( KKN ) Reguler dari rumah kelompok 10 Universitas…

19 Oktober 2020

RS Keluarga Sehat Tarik Alkes Bermerkuri

RS Keluarga Sehat Tarik Alkes Bermerkuri PATI, PATINEWS.COM Orang pasti sudah tidak asing lagi dengan…

19 Oktober 2020

Pengunjung Waduk Gunungrowo Akui Senang dengan Kegiatan Bagi-bagi Masker oleh Kelompok 10 KKN RDR UIN Walisongo

Pengunjung Waduk Gunungrowo Akui Senang dengan Kegiatan Bagi-bagi Masker oleh Kelompok 10 KKN RDR UIN…

19 Oktober 2020

KKN UIN Walisongo, Adakan Kegiatan Pembuatan Cairan Disinfektan di Bulumanis Lor

KKN UIN Walisongo, Adakan Kegiatan Pembuatan Cairan Disinfektan di Bulumanis Lor MARGOYOSO, PATINEWS.COM Mahasiswa Kuliah…

18 Oktober 2020