fbpx

Karena Pandemi, Masjid Al-Ilham Bakalan Dukuhseti Gelar Festival Takbir Secara Digital

Karena Pandemi, Masjid Al-Ilham Bakalan Dukuhseti Gelar Festival Takbir Secara Digital

PatiNews.Com – Dukuhseti,

Kondisi pendemi Covid-19 masih belum berlalu hingga memasuki bulan Syawal 1441 H, saat umat Islam menikmati Hari Raya Idul Fitri. Berbagai kegiatan keagamaan yang biasanya selalu meriah dalam kebersamaan, tahun ini terasa sangat berbeda.

Salah satu kegiatan itu adalah syiar mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid, atau biasa disebut dengan “Takbiran” yang sangat dianjurkan selama malam hari raya.
Pada tahun-tahun sebelumnya di seluruh kawasan di Kabupaten Pati pada malam Hari Raya Idul Fitri selalu diselenggarakan acara Takbir Keliling, yaitu mengumadangkan bacaan takbir, tahlil, dan tahmid secara berarak-arakan di sepanjang jalan, diiringi beragam tetabuhan dan berbagai pameran visual. Namun pada tahun ini pemerintah di semua tingkatan dan segenap organisasi kemasyarakatan melarang penyelenggaraan takbir keliling tersebut, karena dipastikan akan menimbulkan kerumunan yang berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19.

Larangan tersebut diterima dengan baik oleh umat Islam dengan penuh kesadaran.
Masjid Jami’ Al-Ilham Bakalan Dukuhseti Pati, sedari awal sejak diumumkanya kasus pertama Covid-19 di Indonesia pada awal Maret lalu, memilih bersikap tanggap dan peduli terhadap kondisi.

Upaya-upaya preventif pencegahan demi menjaga ketenangan ibadah telah diterapkan, terutama terkait Protokol Kesehatan.

Dengan suasana kebatinan yang telah terbangun baik dan adanya kesamaan persepsi dalam melihat kondisi, Seksi Pemuda Takmir Masjid menginisiasi acara “Festival Takbir di Tempat” sebagai ganti “Festival Takbir Keliling”.

Baca juga:   Diminta Berikan Motivasi, Wakil Bupati Malah Larang Siswa Jadi Pegawai Negeri

“Festival Takbir di Tempat” ini dilaksanakan dengan praktek para peserta mengumandangkan takbir di masjid, mushalla, dan pesantren masing-masing, dan sekaligus merekamnya dalam bentuk audio-video.

Hasil rekaman tersebut dikirim kepada panitia, lalu oleh panitia diunggah di Fanpage resmi panitia yaitu Al-Ilham Media. Di fanpage inilah dilakukan voting secara digital, melalui tindakan like, komen, maupun share oleh para netizen.

Aspek Voting digital ini memiliki bobot nilai maksimal 20, melengkapi aspek Kekompakan Gema Takbir dengan bobot nilai maksimal 50 dan aspek Keserasian Tabuhan Pengiring dengan bobot nilai maksimal 30.

Hasil akhir rekapitulasi nilai menempatkan Mushalla Al-Ikhlas sebagai Juara I, Pesantren Hubbul Qur’an sebagai Juara II, dan Mushalla Al-Marwa sebagai Juara III. Pengumuman sekaligus penyerahan hadiah dilaksanakan malam 4 Syawal di serambi Masjid Al-Ilham dan disiarkan secara live steaming mulai pukul 20.000.

Taufiq Hidayatullah selaku Ketua Panitia menyampaikan, “Kami sangat berterima kasih atas perhatian para peserta dan netizen yang telah ‘menghidupkan’ even “Festival Takbir Di Tempat” ini.

Hasil pantauan kami memperlihatkan, bahwa jumlah akun yang terlibat dalam voting tidak kalah besar jika dibandingkan dengan jumlah penonton saat Festival Takbir digelar secara berkeliling”.

“Hal ini menunjukkan bahwa perhatian umat Islam terhadap kegiatan syiar keagamaan masih sangat besar dan oleh karenanya para pemangku kebijakan di bidang itu harus terus melakukan inovasi sesuai kondisi, dan bahkan udate terhadap perkembangan teknologi”, pungkasnya.

Penulis : M. Mahbub Fuadi

Karena Pandemi, Masjid Al-Ilham Bakalan Dukuhseti Gelar Festival Takbir Secara Digital | patinews.com | 4.5

Leave a Reply