Categories: Berita

Harga Garam Anjlok, Pemprov Jateng Janji Bakal Berikan Pendampingan ke Petani

Harga Garam Anjlok, Pemprov Jateng Janji Bakal Berikan Pendampingan ke Petani

PatiNews.Com – Trangkil, Para petani garam di Kabupaten Pati masih menimbun garam produksi mereka, hal ini akibat anjloknya harga garam.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pati Haryanto pada Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah Peni Rahayu dalam kegiatan Gerakan Pungut Sampah dan Tanam Mangrove di Pantai Kertomulyo, Kecamatan Trangkil. Jumat (28 Februari 2020).

“Seperti yang tadi Ibu lihat, sepanjang jalan dari sini sampai keluar, ada banyak timbunan garam yang ditutup terpal hitam. Saat ini harga garam sangat rendah, hanya antara Rp 300 sampai 350 (per kilogram-red),” kata Haryanto.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin) tersebut, Bupati juga menjelaskan, bahwa harga garam serendah itu sangat jauh tidak sebanding dengan tenaga dan waktu yang dikeluarkan para petani untuk memproduksinya.

“Pada 2019, Mei sudah mulai kemarau. Para petani bikin garam mulai awal Juni sampai akhir November. Jadi, mereka lelah (bekerja) tapi hasilnya tidak dapat,” ujarnya.

Menurut Haryanto, satu di antara faktor penyebab anjloknya harga garam lokal ialah masuknya garam impor ke Jawa Tengah, termasuk Pati.

Dengan adanya masalah ini, ia berharap Peni Rahayu bisa membantu penanganannya. Mengingat, Peni merupakan birokrat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang membidangi masalah perekonomian.

“Mudah-mudahan, dengan hadir di sini, Bu Asisten bisa tahu keadaan (pergaraman-red) di sini. Mudah-mudahan ke depan ada regulasi yang membatasi impor garam,” harap Bupati.

Haryanto juga berharap agar stok garam impor yang saat ini masih ada bisa segera habis, dan ke depan tidak ada lagi garam impor masuk ke Pati.

“Hal ini supaya produksi garam yang ada di Pati bisa terserap untuk kebutuhan lokal dan industri”, paparnya.

Ia pun menyayangkan apabila garam produksi petani Pati tidak bisa dipasarkan. Mengingat, kuantitas produkai garam di Pati tergolong sangat besar.

“Tahun kemarin saja, kita produksi 360 ribu ton garam. Nomor dua se-Indonesia setelah Madura,” jelas Haryanto.

Ia berharap, seandainya garam produksi petani tradisional di Pati belum memenuhi kualifikasi industri, akan ada bimbingan bagi para petani supaya garam produksi mereka bisa masuk ke industri.

Menanggapi paparan Bupati Pati, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah Peni Rahayu mengakui bahwa garam Pati memang sangat potensial sekali, karena itu pihaknya berencana mendirikan pabrik garam di Pati yaitu di Desa Raci Kecamatan Batangan.

“Kualitas garam di Pati harus ditingkatkan. Tentunya bahan baku air laut ini harus lebih bagus agar kadar NaCL lebih bagus. Maka kami akan mengadakan pendampingan kepada petani garam di Kabupaten Pati”, janji Peni. (pn/ prk)

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Kegiatan Belajar Mengajar Daring Diperpanjang

Kegiatan Belajar Mengajar Daring Diperpanjang PatiNews.Com - Kota, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati mengeluarkan…

17 menit ago

Gubernur Ganjar : Tunda Mudik, Sayangi Keluargamu

Gubernur Ganjar : Tunda Mudik, Sayangi Keluargamu PatiNews.Com - Jateng, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo…

6 jam ago

Selamat Jalan Mbah Roso

Selamat Jalan Mbah Roso PatiNews.Com - Jateng, H. Imam Suroso, Anggota DPR RI fraksi PDI…

6 jam ago

Masuk Mako Satlantas Polres Pati, Wajib Ikuti Prosedur Ini

Masuk Mako Satlantas Polres Pati, Wajib Ikuti Prosedur Ini Patinews.com – Kota, Sebagai upaya antisipasi…

8 jam ago

Antisipasi Corona, Warga Desa Jimbaran Kayen, Tunda Pesta Hajatan

Antisipasi Corona, Warga Desa Jimbaran Kayen, Tunda Pesta Hajatan Patinews.com – Kayen, Demi keselamatandari wabah…

9 jam ago

Bikin Corona Lari, Kodim 0718 Terima Bantuan 10 Sprayer dari Gusdurian Pati

Patinews.com - Kota, NKRI Bersatu Melawan Corona itulah tema spanduk yang terpampang didepan Markas Kodim 0718/Pati…

10 jam ago