Guru Wiyata Bakti, Diharapkan Bisa Dapat Sertifikasi

Guru Wiyata Bakti, Diharapkan Bisa Dapat Sertifikasi

PatiNews.Com – Kota, Rapat Koordinasi Pendidikan dan Kebudayaan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dibuka Bupati Pati Haryanto kemarin. (16/10)

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Korpri itu dihadiri pengawas SD, SMP, pengurus PGRI, Dewan Pendidikan, dan budayawan. Dalam sambutannya, Bupati sempat menyinggung tentang tenaga wiyata bakti guru SD dan SMP yang akan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Menurut Bupati, memang saat ini banyak aduan yang masuk terkait masalah PPG bagi guru wiyata bakti di sekolah SD dan SMP negeri.

“Untuk bisa mengikuti PPG saya rasa sudah tidak ada masalah, saya sudah memerintahkan Plt Disdik untuk membuatkan surat tugas agar para wiyata bakti yang lolos pre-test PPG bisa mengikuti PPG. Surat tugas tersebut disertai dengan klausul yang bunyinya mereka tidak boleh menuntut menjadi CPNS ataupun PNS,” urainya.

Bagi wiyata bakti, imbuh Haryanto, setelah mengikuti PPG ini akan mendapat sertifikat. Namun sertifikat itu tidak menjamin mereka untuk bisa mendapatkan sertifikasi seperti guru-guru PNS.

“Sertifikat ini berlaku jika mereka nantinya menjadi PNS. Kalau guru sekolah swasta memang boleh mendapat sertifikasi. Saya juga sebenarnya mempertanyakan hal yang sama ke pemerintah pusat. Mengapa guru sekolah swasta bisa mendapat sertifikasi sedangkan guru wiyata bakti di sekolah negeri tidak? mereka juga sama-sama mengabdi. Kalau bisa kan sama dengan guru swasta dimana guru wiyata bakti negeri bisa mendapat sertifikasi,” beber Haryanto panjang lebar.

Pihaknya mengaku sudah seringkali menyuarakan dan menjadi orang yg paling lantang memperjuangkan urusan yang terkait tenaga honorer.

Saat ini, menurut Bupati, pemerintah daerah baru bisa memberi tali asih seperti misalnya untuk guru-guru Madin dan TPQ.

“Sekalipun saat ini nilainya belum seberapa, nanti ke depannya, untuk memotivasi, tinggal meningkatkan nilai digitnya. Ya minimal keberadaan mereka diakui. Kalau saat ini belum di akui pemerintah pusat mungkin belum saatnya, semoga nantinya pemerintah pusat ada pemikiran ke arah sana,” pungkasnya. (PN/ HMS)

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Monitoring Sungai Silugonggo

  Penulis: Bernadete Valencia Christianto – Mahasiswi Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Sungai merupakan…

29 Mei 2020

Hewan Kecil, Khasiat Luar Biasa

Oleh Hamidah Nur Asih Hewan apakah ini, lalu khasiat apa yang di hasilkan ? bukan…

29 Mei 2020

Bawa Pemudik, Bus ini Diminta Putar Balik

REMBANG, Seluruh kendaraan yang masuk ke Kabupaten Rembang benar-benar diperketat pengawasannya. Jum'at (29 Mei 2020)…

29 Mei 2020

5 FILM INDONESIA DENGAN JUMLAH PENONTON TERBANYAK DI HARI PERTAMA

Siapa sih yang gak suka nonton film? Pastinya untuk semua orang menjawab suka, apalagi kalau…

29 Mei 2020

Satu Pasien Positif Corona di Kaliori Rembang, Meninggal

REMBANG, Seorang laki -laki berusia 56 tahun, berstatus positif covid-19, meninggal dunia di ruang isolasi…

29 Mei 2020

Hingga 11 Bulan ke Depan, Stok Pangan di Jateng Aman

JATENG, PATINEWS.COM Stok pangan di Jawa Tengah aman hingga minimal 11 bulan ke depan. Bahkan…

29 Mei 2020