Gubernur Ganjar : Tunda Mudik, Sayangi Keluargamu

Gubernur Ganjar : Tunda Mudik, Sayangi Keluargamu

PatiNews.Com – Jateng, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali mengingatkan kepada warga Jateng untuk menunda mudik selama wabah Covid-19 berlangsung.

Melalui akun resmi instagramnya @ganjar_pranowo, (Jum’at, 27 Maret 2020) orang nomor satu di Jateng ini berpesan:

Bapak ibu seluruh warga Jawa Tengah, khususnya yang ada di perantauan, wabil khusus lagi bagi yang berniat ingin pulang kampung.

Untuk yang kesekian kali saya menghimbau dan mengingatkan kepada bapak ibu; .

jika panjenengan sayang sama keluarga di kampung, jika penjenengan semua pingin keluarga tetep sehat lan slamet, urungkan niat untuk pulang kampung. Tidak usah pulang kampung. Jika panjenengan nekat pulang, saya tegaskan,
sama saja anda membahayakan anak, istri, dan suami serta mengancam hidup orang tua panjenengan yang sudah sepuh.
Bapak ibu, jalan terbaik yang bisa kita lakukan sekarang adalah memutus persebaran virus dari kota-kota ke desa. Bapak ibu yang ada di Jakarta tentu tahu, ibu kota adalah zona merah Corona.

Kita tidak tahu siapa yang sudah terpapar, mungkin saya, anda, teman atau keluarga kita. Artinya bapak ibu mungkin saja sudah tertular, sudah positif Corona tapi tidak mengetahuinya. Sebab sebagian penderita memang tidak merasakan gejala.

Dan jika anda sudah mengidap Corona, lalu anda nekat pulang. Anda bisa menulari teman seperjalanan di bus, orang-orang di jalan, keluarga, bahkan satu desa kena semua.
Pasien positif Corona pertama yang dirawat di Solo bisa jadi peringatan kita. Dia pengusaha yang ikut seminar di Bogor. Tertular virus di sana, lalu menulari isteri dan teman-temannya, dia sendiri akhirnya meninggal. Di Purbalingga, ada juga empat pasien positif Corona dan semuanya warga yang baru pulang dari Jakarta.

Bapak Ibu, mohon maaf kalau saya @ganjar_pranowo semakin keras mengingatkan panjenengan. Ini semua tidak lepas dari peningkatan virus Corona di Jateng yang sangat cepat. Dalam tiga hari, pasien terkonfirmasi positif melonjak dari 19 orang menjadi 40 orang dan sudah ada 6 orang yang meninggal. Jumlah orang dalam pengawasan atau ODP naik drastis hingga 3.638 orang, serta pasien dalam pengawasan 294 orang.”

(pn/ dok @ganjar_pranowo).

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Pemicu Tindak Pidana, 1637 Botol Miras Disita Polres Pati

PATINEWS.COM - KOTA, Selama berlangsungnya operasi ketupat candi, 24 April hingga 22 Mei 2020, Kepolisian…

24 Mei 2020

Lebaran, Gubernur Ganjar Gelar Open House Virtual

Lebaran, Gubernur Ganjar Gelar Open House Virtual JATENG, PATINEWS.COM Hari raya idul fitri kali ini…

24 Mei 2020

Persiapan sholat Id, Karang Taruna Supo Karyo Semprot Disinfektan di Semua Masjid dan Mushola Desa Pagerharjo

Persiapan sholat Id, Karang Taruna Supo Karyo Semprot Disinfektan di Semua Masjid dan Mushola Desa…

23 Mei 2020

Tagar #IndonesiaTerserah, Bentuk Kekecewaan Petugas Medis Kepada Masyarakat yang Tak Peduli Akan Aturan

Tagar #IndonesiaTerserah, Bentuk Kekecewaan Petugas Medis Kepada Masyarakat yang Tak Peduli Akan Aturan PatiNews.Com -…

23 Mei 2020

Tahap Pertama, BLT Dana Desa di Pati Mulai Disalurkan

Tahap Pertama, BLT Dana Desa di Pati Mulai Disalurkan PatiNews.Com - Kota, Bantuan Langsung Tunai…

23 Mei 2020

118 Pengunjung dan Karyawan Tiga Swalayan di Rapid Tes Acak, ini Hasilnya

118 Pengunjung dan Karyawan Tiga Swalayan di Rapid Tes Acak, ini Hasilnya PatiNews.Com - Kota,…

23 Mei 2020