GP Ansor Nyatakan Pati Darurat Maksiat

PatiNews.Com – Kota, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Pati menyatakan Pati mengalami darurat maksiat. Hal itu disampaikan oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pati, Itqonul Hakim, saat memberikan pernyataannya kepada wartawan pada Jum’at dini hari (16/2) selepas menghadiri seremonial perayaan tahun baru imlek di Klenteng Hok Tik Bio Pati. Pernyataan ini disampaikan terkait dengan aksi penolakan penegakan Perda Kepariwisataan yang digelar oleh ribuan pekerja karaoke, didukung beberapa lembaga swadaya masyarakat dan pengusaha karaoke beberapa waktu lalu.

Itqon menyatakan, hal itu terlihat dari makin menjamurnya tempat hiburan malam yang memperdagangkan minuman keras dan diyakini menjadi tempat maksiat yang meningkat dari tahun ketahun. “Kami mencatat, pada tahun 2015 ada aksi untuk menolak ditutupnya tempat hiburan karaoke yang diikuti sekitar 200-an Pemandu Karaoke (PK), kok info yang saya terima sekarang jumlah mereka sudah mencapai ribuan, ini memprihatinkan,” ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, ia meyakini bahwa Pati menghadapi masalah sangat serius soal berkembang pesatnya kegiatan maksiat yang terjadi. Mulai dari prostitusi terselubung, perjudian togel dan penyebaran miras yang belum bisa diselesaikan tuntas. Maka, GP Ansor sebagai ormas kepemudaan terbesar tidak akan tinggal diam dengan kondisi tersebut.

Pria asal Kajen, Margoyoso itu menambahkan bahwa saat ini tidak ada alasan lagi bagi seluruh elemen masyarakat Pati untuk berdiam diri dan mengajak masyarakat menyamakan persepsi, untuk menanggulangi krisis moral yang kian meningkat. “Harusnya Pati itu terkenal religius, pusat pendidikan islam besar di Indonesia. Namun kesan itu pudar dengan maraknya kegiatan maksiat yang terus terjadi, lebih memprihatinkan lagi malah terang-terangan melakukan aksi melawan Perda Kabupaten Pati yang sudah disahkan semenjak tahun 2013,” imbuhnya.

Selain itu, Itqon juga mengatakan bahwa GP Ansor dengan segenap jaringan akar rumputnya dalam waktu dekat akan melakukan konsolidasi untuk mengambil langkah kongkret sebagai tindak lanjut. Ia menyinggung, bahwa selama ini GP Ansor selalu memantau perkembangan penegakan Perda tersebut.

“Selama ini generasi muda Pati bersabar, menunggu ketegasan dari pemerintah. Karena itu wewenang para pemegang kebijakan, namun bukan berarti kami akan selamanya berdiam diri,” tandasnya. Ia mengungkapkan bahwa dalam hal ini, GP Ansor Pati sudah mengintruksikan kepada seluruh kader yang tersebar di Pati termasuk para personel BANSER X-7 Kabupaten Pati untuk berkoordinasi dengan semua elemen masyarakat di tingkat masing-masing.

Menurutnya, masyarakat harus mengambil sikap terkait situasi krisis moral tersebut. Berdasarkan prinsip saling membantu dalam kebaikan untuk menjaga generasi muda Kabupaten Pati dari ancaman degradasi moral. (pn)

GP Ansor Nyatakan Pati Darurat Maksiat | redaksi@patinews.com | 4.5

Leave a Reply