Gempa Jawa 6,9 SR, BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami

Gempa Yang Berpusat di Tasikmalaya, Juga Terasa Hingga Pati

Gempa Yang Berpusat di Tasikmalaya, Juga Terasa Hingga Pati

PatiNews.Com – InfoBencana, Gempa 6,9 Skala Richter (SR) yang berpusat di Tasikmalaya, Jawa Barat (Jum’at Malam, 15 Desember 2017) diinfokan awal akan berpotensi tsunami oleh BMKG dalam akun resmi twitternya.

Dini hari ini, (Sabtu, 16 Desember 2017), Badan Meteorologi dan Geofisika kembali merilis pencabutan peringatan dini tsunami. “Peringatan dini #TSUNAMI yang disebabkan oleh #Gempa Mag:6.9 SR, Tanggal: 15-Dec-17 23:47:58 WIB, dinyatakan telah berakhir #BMKG”.

Pencabutan peringatan itu disampaikan akun resmi twtter @infoBMKG pada pukul 02.28 WIB. Warga yang sebelumnya diperingatkan untuk menjauhi bibir pantai sekitar Pangandaran dan pantai selatan Jawa bisa kembali aman.

Gempa tersebut juga di rasakan oleh warga Kabupaten Pati dan wilayah Jawa Tengah lain, dari pantauan di grub media sosial banyak yang merasakan efek dari gempa yang berpusat di sebelah barat daya Kabupaten Tasimlaya Jawa Barat tersebut.

Dalam pers rilisnya, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Drs. Mochammad Riyadi, M.Si mengatakan, “Gempa bumi berpusat di 42 km Barat Daya Kawalu, Jawa Barat. Gempabumi ini berpotensi tsunami di selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY. Dari hasil monitoring BMKG sampai jam 02.14 WIB telah terjadi tiga kali gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 3.2, 3.4, dan 3.2. BMKG terus memonitor perkembangan gempabumi susulan dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media”.

Dampak Gempabumi, lanjutnya Berdasarkan hasil analisis tingkat guncangan (shakemap), intensitas gempabumi ini berpotensi dirasakan sekitar Tasikmalaya berupa V-VI MMI dan di sekitar Jawa Barat lainnya berkisar adalah III-IV MMI. Hal ini sesuai dengan laporan masyarakat yang diterima BMKG bahwa gempabumi dirasakan cukup keras di Bandung, Kebumen, Karangkates II SIG-BMKG (III-IV MMI), Yogyakarta II SIG-BMKG (III MMI), Jakarta, Depok II SIG-BMKG (II-III MMI), Ngawi, Madiun, Nganjuk, Badung, Mataram I SIG-BMKG (II MMI) Namun demikian BMKG akan terus memonitor perkembangan dan laporan dari lapangan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.

Baca juga:   Normalisasi Selokan Untuk Cegah Banjir Datang

Mochammad Riyadi menambahkan, “BMKG telah melakukan pengamatan tide gauge di pangandaran (Jawa Barat), Pamayang Sari (Jawa Barat), Binangeun (Banten), dan Pacitan (Jawa Timur). Dari rekaman stasiun – stasiun tide gauge yang dekat dengan pusat gempa, tidak terekam adanya kenaikan air laut”.

Imbuhnya, Penyebab Gempabumi, Berdasarkan posisi dan kedalamannya, kejadian gempabumi ini disebabkan aktivitas zona subduksi yang terbentuk akibat tumbukan atau penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia di daerah selatan Jawa.

“Pengakhiran Tsunami ( M4 ). Pengakhiran Peringatan Dini Tsunami telah disampaikan pada Pukul 02.26 WIB”, ujarnya.

Sementara itu, Imbauan untuk Masyarakat, “Agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD, serta informasi dari BMKG. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami. Agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya kekuatannya semakin mengecil”, pungkas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG itu.(ln/infoBMKG)

Gempa Jawa 6,9 SR, BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami | patinews.com | 4.5

Leave a Reply