Gandeng Binalattas Kemnaker RI, Optimis Hasil UMKM Pati Go Internasional

Patinews.com – Kota, Pemerintah Kabupaten Pati dalam hal ini diwakili oleh enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pati yang terlibat dalam kerja sama ini, yakni Disnaker, DinkopUMKM, DPMPTSP, Disdagperin, Dinkes, dan DLH mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.

Perjanjian kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Jenderal (Dirjen) Binalattas Kemnaker RI Bambang Satrio Lelono, Bupati Pati Haryanto, dan enam Kepala OPD.

Prosesi penandatanganan dilaksanakan di Ruang Penjawi Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Rabu (26 Februari 2020).

Bambang Satrio Lelono menjelaskan, tujuan kerja sama ini ialah meningkatkan produktivitas daya saing Pemkab Pati dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. Tujuan tersebut dicapai melalui berbagai kegiatan peningkatan produktivitas, bimbingan konsultasi, dan kewirausahaan terintegrasi.

“Bentuk kegiatannya ialah peningkatan kualitas SDM agar mereka memiliki daya saing tinggi. Termasuk juga mendorong UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah-red.) di Pati,” ujarnya.

Indikator keberhasilan dari kerja sama ini, lanjut Bambang, hanya dua. Pertama, meningkatnya keterampilan, produktivitas dan daya saing tenaga kerja di Pati. Kedua, mewujudkan ekspor. Produk dari Pati yang tadinya belum ekspor supaya bisa diekspor.

Sementara itu, Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Khoirul Mahalli, yang dihadirkan dalam kegiatan penandatanganan MoU mengatakan, pihaknya mendukung penuh kerja sama ini. Terlebih, satu di antara poin kerja sama yang disepakati, yakni mendorong UMKM, sejalan dengan program utama GPEI.

“Program utama kami saat ini ialah UMKM naik kelas. Kami siap menurunkan tim kami untuk menjadikan UMKM yang ada di Pati go international. UMKM Pati harus bisa ekspor,” lanjutny.

Khairul menyebut, pihaknya siap memberi pendampingan pada UMKM untuk memahami bagaimana menyusun business plan dan memahami market share yang ada di pasar dunia.

Ia menambahkan, GPEI juga siap memberdayakan semua potensi yang ada di UMKM Pati. “Kalau sudah ada produknya, kalau sudah ada pasarnya, kami siap memberi modal kerja pada UMKM tanpa jaminan. Kami juga ikut memasarkan. Kami bekerjasama dengan Kemenlu dalam rangka diplomasi ekonomi. Semua kedutaan Indonesia di luar negeri membantu memasarkan produk Indonesia,” jelasnya.

Kepada para pelaku UMKM di Pati, Khairul berpesan agar mereka tidak berpikir bahwa ekspor harus dalam kuantitas besar. Menurutnya, tidak harus berton-ton, beberapa kilogram pun pihaknya siap memfasilitasi ekspor produk UMKM.

“UMKM tidak perlu memikirkan izin ini itu. Itu urusan GPEI. UMKM hanya perlu memikirkan produksinya. Cara mengirimnya urusan kami,” sambungnya.

Bupati Pati Haryanto menyatakan, adanya kerjasama antara Pemkab Pati dengan Ditjen Binalattas Kemnaker RI memberi harapan besar dalam penanganan masalah pengangguran dan kemiskinan.

Untuk itu, ia berharap MoU ini bisa segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata, terutama oleh enam dinas terkait.

“Dengan MoU ini, kita mudah berkomunikasi dan mengakses program ketenagakerjaan dan hal-hal terkait, terutama bimbingan dan pelatihan. masing-masing OPD, utamanya Disnaker, saya harap mengkomunikasikan secara intensif agar apa yang kita tandatangani hari ini ada tindak lanjut,” urainya.

Menyorot poin peningkatan UMKM, Haryanto mengatakan, penurunan angka pengangguran dan kemiskinan di Pati memang bertumpu pada UMKM.

“UMKM sangat membantu. Selain menampung cukup banyak tenaga kerja, ada juga produk UMKM yang diekspor. Kalau di Juwana ada kuningan. Di Pati juga banyak home industry tepung tapioka,” sebutnya.

Karena itu, lanjut Haryanto, dirinya menyambut baik tawaran GPEI untuk membantu ekspor produk UMKM Pati. Terlebih, ia meyakini kualitas produk UMKM Pati tidak kalah dibanding daerah lain.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga meminta GPEI untuk membantu ekspor produk pertanian. Dalam hal ini, produk pertanian yang tengah marak diperbincangkan. (pn/ Prokompim)

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Tinjau TMMD di Jaken, Bupati Ingatkan Soal Kewaspadaan Covid-19

Tinjau TMMD di Jaken, Bupati Ingatkan Soal Kewaspadaan Covid-19 PatiNews.Com - Jaken, Hari ini, (Selasa,…

2 jam ago

Anggota DPRD Jateng Beri Bantuan 1000 Masker di Margorejo Pati

Anggota DPRD Jateng Beri Bantuan 1000 di Margorejo Pati PatiNews.Com - Kota, Anggota Dewan Perwakilan…

4 jam ago

Bonek Pati Bersama Pati Peduli, Bagikan Sembako dan Masker Gratis

Bonek Pati Bersama Pati Peduli, Bagikan Sembako dan Masker Gratis PatiNews.Com - Kota, Pandemi virus…

6 jam ago

Nah, Berikut Ini Beberapa Film Hollywood Yang Wajib Ditonton

Tentunya di tahun 2019 ini, banyak yang menantikan kehadiran film Hollywood yang baru terutama film…

14 jam ago

35 Juta Masker Kain Untuk Jateng

PatiNews.Com - Jateng, 35 Juta Masker untuk Jateng, itulah gerakan yang dicetuskan Gubernur Jawa Tengah…

24 jam ago

Wajib Pakai Masker

  Patinews.com – Kota, Hari ini, Senin 06 April 2020, Bupati Pati Haryanto mengelurkan Surat…

1 hari ago