Categories: Featured

Demi Senyum Kebanggaan Ibu

Demi Senyum Kebanggaan Ibu

Waktu menunjukkan pukul 03.15, seperti biasanya seorang gadis bangun dari tidurnya untuk melakukan kesunahan Rasul, ibadah yang dilakukan pada sepertiga malam yang dipercaya mujarab untuk berdoa kepada Tuhan Sang Pencipta alam semesta.
Dia adalah Aisyah, gadis sederhana dan cerdas yang memiliki segudang prestasi. Melaksanakan tahajud adalah rutinitasnya setiap malam untuk memohon ampunan kepada Tuhan, tak lupa ia bercerita tentang impiannya yang ingin membahagiakan orang tuanya dengan mewujudkan keinginan orang tuanya agar ia bisa menimba ilmu hingga sampai mancanegara.

Dibawah naungan pesantren ini, tak mudah untuk mewujudkannya, banyak kerikil-kerikil tajam yang menghadang disetiap perjalanan hidupnya, salah satunya adalah Rina, dia merasa iri dan takut tersaingi dengan kecerdasan yang dimiliki Aisyah. Sering kali Rina mempermalukan Aisyah dihadapan banyak orang.

Malam itu saat Aisyah sedang tertidur Rina sengaja mengambil buku harian Aisyah, karena Rina yakin banyak catatan penting didalamnya. Setelah membaca satu per satu kata-kata yang ditulis Aisyah, Rina merasa muak dengan apa yang diimpikan Aisyah, dia sangat takut tersaingi oleh Aisyah untuk mendapatkan beasiswa itu.

Cahaya matahari mulai menampakkan diri, semua santri mulai melakukan aktivitas dengan semangat baru. Namun suasana pondok sangat ricuh karena tulisan Aisyah yang ditempelkan Rina di papan mading. “ Teman-teman, lihat deh tulisan gadis miskin yang sok pintar itu.” Ujar Rina kepada semua santri. “ Huuuuu….. orang miskin kok gayanya sok-sok an,,, hahaha. “

“ Bukankah semua orang berhak mempunyai mimpi? Memangnya ada yang salah dengan impianku selama ini? “ sanggah Aisyah.
“ Banyak omong deh, ngaca dulu dong… orang miskin kaya kamu mana bisa dapat beasiswa ke luar negeri, biaya hidup disana itu mahal, uang kamu aja pas-pasan. Mau bayar pake apa? Pake daun? Hahaha. “

“ Astagfirullah… jangan berkata seperti itu Rin, selama kita mau berusaha Allah pasti mempermudahkannya. ”

“ Kebanyakan omong deh. Sok suci deh. “ Rina berlalu meninggalkan Aisyah.
“ Astagfirullah… ampunilah dosa-dosa hamba-Mu ini Ya Robb, jangan sampai setan menguasai diriku, jangan sampai ada rasa dengki dalam hatiku. Beri hamba kesabaran dan ketabahan Ya Robb untuk melewati cobaan-Mu. “ geming Aisyah dalam hati sambil terus membaca istigfar.

Kemudian sekelebat bayangan ibu datang di fikiran Aisyah, ia teringat pesan ibunya agar tetap sabar dan jangan pernah putus asa. “Ibu maafkan anakmu ini yang belum bisa membuatmu bangga, aku ingin melihat ibu tersenyum dan bangga kepadaku. Aku berjanji akan mewujudkan keinginan ibu, mudahkanlah jalan hambamu ini Ya Robb. “ geming Aisyah dalam hati.
Senja mulai menampakkan diri, betapa indahnya cahaya ciptaan Tuhan pemilik alam semesta ini. Membuat semua orang terpukau melihatnya. Di belakang halaman pondok, duduklah Aisyah sambil bermutholaah kitab kuning. Ia memang sering berada disini saat senja datang sekedar untuk menenangkan diri atau menambah hafalan kitab kuningnya, terdengar suara pengumuman dari sound system pondok yang memberi tahukan bahwa Aisyah di sambangi oleh pakdenya.

Sesegera mungkin Aisyah menuju kantor pondok untuk menemui pakdenya. Sesampainya disana ia diberitahu pakdenya hal penting.
‘’ Nduk, yang sabar ya, semoga kamu kuat menghadapi cobaan ini. ” ujar pak de kepadanya
“ Memangnya ada apa, pakde? ”
“ Ibumu sudah dipanggil Sang Maha Kuasa”
Jder…seketika air mata Aisyah menetes, hati aisyah seperti tersambar petir, ia tidak percaya dengan perkataan pak de nya itu. Belum sempat ia mewujudkan keinginan ibunya, secepat inikah ibunya harus pergi meninggalkan dia selamanya.

“ innalillahi wainnailaihi roji’un…yang benar saja pak de, ibu tidak mungkin meninggalkanku secepat ini” ucap aisyah sambil menangis. “belum sempat aisyah membuat ibu bangga kenapa ibu pergi meninggalkan aisyah selamanya, maafkan aisyah ibu”. “sabar nduk, istigfar … doakan saja semoga ibumu ditempatkan bersama orang orang yang beriman disisi allah.”

Kita tidak tahu kapan diri kita atau orang terdekat kita menemui ajalnya, jodoh, rezeki dan kematian semua itu adalah rahasia tuhan sang pemilik kehidupan. Kemudian pak de dan aisyah meiminta izin kepada pengasuh pesantren agar aisyah bisa pulang untuk mengantarkan ibunya ke tempat peristirahatan yang terakhir, sang kyia pun mengizinkan aisyah untuk pulang dan mengucapkan belasungkawa kepadanya.

Hari terus berganti,Aisyah sudah kembali ke pondok pesantren, mulai sekarang ia harus mengikhlaskan kepergian ibunya, hatinya bertekad untuk mewujudkan impian ibunya meski ibunya sudah tiada.

“Aku berjanji bu..untuk terus berusaha agar mendapat beasiswa ke luar negri itu, meskipun aku belum bisa membuat ibu bangga di dunia, setidaknya aku bisa membuat ibu bangga bangga di akhirat.” Geming Aisyah dalam hati.

Saat Aisyah akan menuju ke aula tak sengaja ia berpapasan dengan Rina “Uhh..yang baru ditinggal ibunya, kasihan banget deh…hahaha.” ujar Rina dengan nada yang digaya-gaya kepada Aisyah, namun Aisyah hanya menanggapinya dengan tersenyum sambil berlalu melewati Rina.

“ Eh.. dasar orang miskin belagu.” Sanggah Rina dengan kesal karena perkataannya ditanggapi dengan senyuman, Aisyah pun hanya bergeming dalam hati untuk selalu tabah dalam mengahadapi semua percobaan dalam hidupnya, “Tak apalah selalu dihina dan direndahkan banyak orang yang sukses lahir dari hinaan, karena tidak ada orang sukses tanpa menanggung beban yang banyak terlebih dahulu. ’’ geming Aisyah dalam hati kecilnya.

Tak hanya hinaan dan sindiran yang di terima Aisyah dari Rina, bahkan sekarang Rina sering membuli Aisyah karena sudah tak mempunyai seorang ibu. Hati Aisyah tetap tegar menghadapi itu semua tak ada rasa dendam di dalam hati Aisyah meski hanya sebesar biji jagung, malah Aisyah membalasnya dengan mendo’akan Rina agar selalu di beri petunjuk dan hidayah dari Yang Maha Kuasa. Semua itu dia terima dengan Ikhlas karena dia tahu Tuhan Maha Adil, Tuhan Maha Melihat segala urusan yang ada di dunia.

Tak henti-hentinya cobaan yang di alami Aisyah. Suatu ketika saat pondok mengadakan peringatan Maulid Nabi, Rina mempunyai cara agar Aisyah malu di depan semua santri yaitu dengan mengundang Aisyah ke atas panggung untuk melantunkan Sholawat Nabi namun keberuntungan berpihak kepada Aisyah. Rina tak tahu bahwa Aisyah mempunyai suara yang merdu, saat Aisyah di undang oleh pembawa acara agar naik ke atas panggung untuk melantunkan sholawat, saat Aisyah mulai melantunkan satu persatu lafal sholawat semua santri terkagum-kagum karena kemerduaan suara Aisyah yang menenangkan hati, membuat semua santri merasa senang mendengarkannya.

Setelah Aisyah selesai bersholawat Aisyah mendapat tepuk tangan yang meriah dan pujian dari pembawa acara karna keindahan suaranya.

Hal itu membuat Rina merasa geram kepada Aisyah. ‘’ Sial gagal lagi rencanaku untuk mempermalukan dia di depan semua santri, awas kamu Aisyah..!! tunggu kejutan tak terduga dariku selanjutnya.’’

Sepertiga malampun datang, seperti biasanya Aisyah terbangun dari tidurnya untuk melaksanakan sholat tahajud. Saat Aisyah akan mengambil wudhu tiba-tiba perasaan hati aisyah menjadi gugup dan takut, seperti ada yang mengikutinya. Setelah melaksanakan sholat tahajud Aisyah membaca ayat-ayat Al Qur’an untuk menunggu waktu subuh datang, tiba-tiba rasa kantuk menyerang dirinya, ia tak tahan dan akhirnya tertidur. Di dalam tidurnya ia bermimpi bertemu dengan ibunya, ia di ajak ibunya berkeliling sebuah tempat yang besar dan megah, semuanya di dominasi warna serba putih.

Kemudian Aisyah di ajak ibunya kehalaman belakang ternyata disana terdapat sebuah taman yang luas dan asri banyak bunga-bunga wangi yang menghiasi, kemudian Aisyah diajak ibunya duduk di sebuah kursi disana ibunya berkata sesuatu kepadanya

‘’Nak jalanmu masih panjang, jangan pernah mengeluh kepada Allah. Raihlah semua impianmu jangan lupa berdo’a kepada Allah untuk selalu diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi semua cobaan dalam hidupmu, ibu yakin suatu saat kamu akan menjadi orang yang sukses maka jangan pernah ada rasa sombong dalam hatimu nak,,, buang jauh-jauh rasa hina itu dari hatimu,,!!.’’
‘’ Aisyah berjanji untuk selalu sabar dalam menghadapi cobaan dalam hidup Aisyah bu.’’ sambung Aisyah kepada ibunya.
‘’ Ibu percaya padamu nak.’’
‘’ Ibu,,Aisyah rindu ibu, Aisyah rindu kehangatan dan belaian kasih sayang ibu,,Aisyah ingin kita bersama kembali seperti dulu,,Aisyah ingin ikut ibu,,kenapa ibu tinggalin Aisyah begitu cepet.’’
‘’ Aisyah anak ibu yang paling ibu sayangi, ibu juga rindu kepadamu,, jaga dirimu baik-baik nak, kamu harus benar-benar ikhlas melepas kepergian ibu, ibu sayang Aisyah.’’ Seketika bayangan ibu memudar dengan wajah tersenyum penuh kebahagiaan di depan Aisyah.
‘’ Ibuuu,,,!! Jangan pergiii,,,!!!.’’ Teriak Aisyah. Tak lama kemudian Aisyah terbangun dari mimpinya, ia tiba-tiba menangis mengingat mimpinya. Dirinya berjanji untuk selalu tabah dalam menghadapi krikil-krikil tajam dalam hidupnya.
’’ Karena Allah tak akan menguji hambanya melebihi batas kemampuannya, belajar bersabar meskipun terbebani.’’ Geming Aisyah dalam hatinya sambil tersenyum tipis.
Fajar mulai menampakkan diri, semua santri sudah terbangun dari lelapnya untuk segera melaksanakan sholat subuh berjama’ah. Saat Aisyah akan menuju aula untuk berjama’ah tak sengaja ia menabrak tubuh Rina yang baru bangun tidur, spontan mata Rina terbelalak. ‘’ Punya mata nggak sih,,!!.’’ Bentak Rina kepada Aisyah.
‘’ Maaf Rin aku gak sengaja,,kamu juga sih jalan sambil geloyoran.’’ Sanggah Aisyah.
‘’ Belagu banget kamu,,ngatain aku.’’
‘’ Aku nggak ngatain kamu Rin, aku hanya bicara sesuai fakta.’’
‘’kebanyakan ngomong deh, dasar orang miskin.’’
Aisyah hanya menanggapi omongan Rina dengan senyuman.
‘’ Nggak usah sok manis kamu,,emangnya kamu siapa,,?? muka aja pas-pasan.’’ Cemoh Rina sambil berlalu melewati Aisyah.
‘’astagfirullah,,beri hamba kesabaran tuhan, Semoga Rina segera mendapat hidayah dari-Mu.’’
Waktu terus berlalu, hingga tiba saatnya semua santri mengikuti ujian kelulusan. Dari materi lokal seperti tafsir dan hadist hingga materi pengetahuan umum yang telah diajarkan para ustadzah di pesantren, semua diujikan untuk kelulusan santri, termasuk Aisyah dia belajar dengan tekun dan tak lupa berdo’a kepada tuhan yang Maha Pemurah. Jerih payahnya tak sia-sia saat ujian terakhir, rata-rata nilai Aisyah adalah 9 sangat melampaui target yang Aisyah terapkan, dia dinyatakan lulus dan mendapatkan beasiawa di Kairo Mesir. Beasiswa itu bertepatan dengan hari ulang tahun ibunya Aisyah.

Namun Rina, dia dinyatakan tidak lulus dan harus mengulang satu tahun lagi. Semua ini terjadi karena dia selalu remeh menganggap segala hal.

Setelah dinyatakan lulus Aisyah berpamitan kepada sang pengasuh untuk melanjutkan study-nya di Kairo,tak lupa ia meminta do’a restu kepada beliau. Tapi sebelum berangkat ke Kairo Aisyah terlebih dahulu pulang ke kampung halaman dan berziarah ke makam ibunya.

Sesampainya di makam ibunya ia langsung membacakan beberapa lantunan firman Allah dan tak lupa berdo’a untuk ibunya. “ Ibu, sudah bertahun–tahun aku belajar disini, apa yang aku dapatkan saat ini adalah impian ibu sejak dulu kupersembahkan hadiah untuk ibu meskipun ibu tidak bisa menyaksikan dengan langsung, aku harap ibu dapat menyaksikan dan tersenyum bangga kepadaku diatas sana, ibu aku rindu belaian kasih sayangmu.”
Kemudian Aisyah menerawang langit sambil bergeming “ Terima kasih tuhan untuk keberhasilan ini, engkau yang Maha Adil, perjuanganku selama ini tidak sia- sia dalam menghadapi kerikil-kerikil tajam yang menghadang jalan hidupku, terima kasih untuk kesabaran dan ketabahan yang engkau berikan kepadaku ya rabb.” Senyum ke ikhlasan menghiasi bibir aisyah.

(Nuha)

patinews.com

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com

Recent Posts

Mahasiswa KKNT UPGRIS Gelar Webinar Bijak Berikan Gawai pada Anak

EDUKA, PATINEWS.COM Kuliah Kerja Nyata atau yang sering disebut dengan KKN merupakan sebuah program yang…

15 September 2020

Digelar Virtual, Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Pati Peroleh Materi Wasbang

PATI, PATINEWS.COM Dalam rangka memupuk kecintaan kepada Negara dan Bangsa, tidak henti-hentinya Kodim 0718/Pati memberikan…

15 September 2020

Banser Pengawal Ulama’ Kyai, Habib dan NKRI

Penulis : Imam Muhlis Ali, S.Pd I* Sudah kesekian kali beberapa penceramah agama, pesohor, pejabat…

15 September 2020

Rapat Paripurna DPRD Pati, Bahas Penyertaan Modal Perumda

Rapat Paripurna DPRD Pati, Bahas Penyertaan Modal Perumda PATI, PATINEWS.COM Guna memaksimalkan Badan Usaha Milik…

15 September 2020

Siswa MI Darun Najah Ngemplak Kidul, Raih Medali Emas Karate America Championship 2020

Siswa MI Darun Najah Ngemplak Kidul, Raih Medali Emas Karate America Championship 2020 MARGOYOSO, PATINEWS.COM…

15 September 2020

Sosialisasi Jam Malam, Ini Yang Dilakukan Muspika Tlogowungu

TLOGOWUNGU, PATINEWS.COM, Muspika Tlogowungu beserta anggota Koramil 13/Tlg,  Polsek Tlogowungu dan Satpol PP  Kecamatan Tlogowungu …

15 September 2020