fbpx

Tidak Ada Mayoritas dan Minoritas Di Indonesia

Danramil Kunjang : Tidak Ada Mayoritas dan Minoritas Di Indonesia

Danramil Kunjang : Tidak Ada Mayoritas dan Minoritas Di Indonesia

Patinews.com РKediri, Acara khusus yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan ibadah rutin umat Kristen yang ada di bawah naungan Gereja Allah Baik yang terletak di Desa Kunjang Kecamatan Kunjang, sengaja dibuat untuk menghimpun jemaatnya menerima sedikit wawasan langsung dari Danramil Kunjang, Kapten Inf Sunarjo, kemarin malam. Kegiatan khusus ini berkaitan dengan instruksi Dandim Kediri, Letkol Inf Purnomosidi pada hari minggu kemarin ,agar seluruh Danramil jajaran Kodim 0809/Kediri memberikan wawasan kebangsaan seputar Bhinneka Tunggal Ika, kepada seluruh lapisan masyarakat dimana Koramil itu berdomisili, selasa (22/11/2016)

Acara tersebut juga dihadiri pengurus gereja, antara lain Sukirman, Sugeng Pribadi, dan Slamet Wahyudi, serta Ketua RW 04 Desa Kunjang, Kushaeri, Kaur Pemerintahan Desa Kunjang, Muryanto. Wawasan kebangsaan yang dilakukan didalam gereja ini juga sudah seijin resmi dari Pendeta R.Tumijan, yang turut mendukung penuh diselenggarakannya acara yang mengarah pada bagaimana terciptanya masyarakat yang berpegang pada persatuan dan kesatuan diantara perbedaan.

Kapten Inf Sunarjo dengan kritis memberikan gambaran diawal wawasannya, bahwa di negara ini tidak mengenal istilah mayoritas dan minoritas, semua yang berstatus sebagai warga negara Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama. Untuk itu, seluruh warga negara Indonesia harus saling menjaga toleransi antar umat beragama tanpa harus melihat latarbelakang masing-masing, baik itu menyangkut etnis, agama maupun latarbelakang lainnya.

Baca juga:   Di Beberapa Kecamatan, Sekolah Negeri Kekurangan Murid, Bupati Minta Lakukan Hal Ini

Lanjutnya, sebagai umat beragama, hendaknya seluruh jemaat gereja tidak boleh hanyut dan larut atau tenggelam oleh informasi-informasi yang menjerumus pada perbedaan individu atau personal. Tidak boleh ada kotak-kotak atau sekat-sekat dilingkungan masyarakat, karena semua warga negara Indonesia diperlakukan sama tanpa ada diskriminasi, untuk itu sudah kewajiban seluruh jemaat gereja tidak terpancing provokatif yang digulirkan oleh oknum-oknum tertentu.

Pendeta R.Tumijan juga sempat menjelaskan, pihak gereja juga sudah memberlakukan ditiadakannya sekat-sekat atau tembok-tembok pemisah yang melatarbelakangi perbedaan keyakinan dilingkungan masyarakat, hal ini bisa dibuktikan ketika Hari Raya Paskah dan Hari Raya Natal, pihak gereja juga turut melakukan bakti sosial pemberian sembako tanpa melihat keyakinan seseorang. Bahkan ketika HUT RI berlangsung di gereja, penerima bantuan sosial yang terdiri dari Veteran RI, semuanya beragama non kristiani, dan kegiatan tersebut sudah menjadi agenda rutin tiap memperingati Kemerdekaan RI. (tim patinews.com/ pendim kediri)

Tidak Ada Mayoritas dan Minoritas Di Indonesia | patinews.com | 4.5

Leave a Reply