fbpx

Barometer Pasar Kliwon Kudus Di Tengah Pandemi Covid-19

Pasar Kliwon Kudus

Online atau datang langsung ke tempat?, itulah piihan yang sering kali terlintas di benak sebagian orang ketika ingin membeli sesuatu. Panas, jauh, berdesak-desakan itulah sekian banyak pemikiran sebagian orang keika terlintas dengan sebuah tempat “pasar”.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat, dimanfaatkan sebagian banyak orang untuk membuka lapangan kerja. Online shop adalah satu dari sekian situs online yang menjual berbagai kebutuhan. Tidak perlu datang ke tempat, hanya dengan memesan lewat salah satu alpikasi belanja online, dan barang pesanan akan dikirim. Tidak hanya dari segi kebutuhan barang, makanan pun tak kalah mengikuti kegiatan online. 

Perkembangan teknologi yang pesat bukanlah suatu hal yang terus menerus diulas efek negatifnya. Perkembangan teknologi juga membawa dampak positif dengan menghindarkan masyarakat dari gagapnya teknologi serta menghindarkan masyarakat dari tertinggalnya informasi penting yang biasanya di tidak hanya disiarkan di televisi maupun radio.

Dalam hal ini, tidak ada pembahasan mengenai efek negatif maupun positif perkembangan teknologi ataupun perkembangan internet yang sudah banyak dibahas, melainkan bagaimana masysarakat dapat mengahdapi arus globalisasi dengan tetap mempertahankan sesuatu yang terlebih dahulu ada dan tetap berusaha untuk mempertahankannya dengan mengembangkan inovasi.

Pasar adalah salah satu tempat dimana penjual dan pembeli dapat bertemu secara langsung. Pasar merupakan tempat dijualnya sebagian dari kebutuhan pokok masayarakat, kebutuhan pangan, kebutuhan sandang, bahkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Sebelum pusat perbelanjaan seperti mall, online shop dan lainnya ada, pasar sudah ada terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Eksistensi pasar masih terlihat jelas karena dari banyaknya orang yang masih mengunjungi pasar. Eksistensi pasar terlihat karena beberapa alasan seperti, kualitas barang yang dapat dipilih sesuai kebutuhan, dan harga barang bisa diangsur sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati.

Pasar Kliwon Kudus merupakan salah satu pasar grosir terbesar di Kudus, letaknya yang startegis, berada di dekat Kudus kota, dengan mudah dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Tidak hanya terkenal di Kudus, pasar Kliwon juga terkenal di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Pasar Kliwon menyediakan banyak kebutuhan masyarakat terutama dalam hal kebutuhan sandang. Dari dijualnya banyak macam pakaian, dari segi anak-anak, remaja, hingga dewasa. Tidak hanya pakaian, jilbab, tekstil, mukenah, sarung, sepatu, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Pasar Kliwon jarang sepi pembeli maupun penjual, kelengkapan barang, kualitas barang, harga barang yang bisa disesuiakan, penjual yang gigih dan ulet, mampu menggait banyaknya pelanggan dan pembeli untuk berbelanja. Tak jarang pembeli berasal dari luar Kota Kudus, karena eksistensi pasar yang semakin terkenal setiap harinya.

Tak hanya menyediakan kebutuhan sandang maupun tekstil, di pasar kliwon juga terkenal akan kulinernya yaitu, dawet kliwon. Dawet kliwon merupakan salah satu kuliner yang diburu oleh para pengunjung pasar. Rasanya yang manis dengan santan gurih dan campuran gula aren, banyak digemari masyarakat.

Menjawab tantangan mengenai eksistensi pasar kliwon menjadi barometer grosir. Eksistensi dibahas karena pasar Kliwon yang mampu bertahan ditengah berkembangnya berbagai macam pusat perbelanjaan maupun online shop yang sedang trend akhir-akhir ini. Eksistensi yang menunjukan seberapa kuatnya, seberapa hebatnya, seberapa jayanya pasar kliwon dimata masyarakat sekitar kudus, jawa tengah, dan daerah lainnya. 

Peran pedagang juga menjadi penguat pasar untuk tetap berkembang. Pedagang yang mampu menyediakan berbagai kebutuhan dengan kualitas baik menjadikan pasar kliwon mempunyai akreditas baik dimata masyarakat. 

Menurut penuturan salah satu pedagang yang berada di pasar Kliwon, Online shop dan pusat perbelanjaan yang lebih modern  lainnya tidak memberikan efek yang drastis terhadap tingginya minat orang berbelanja ke pasar. Malahan menurut para penjual yang berada dipasar, orang-orang yang melakukan transaksi jual beli online sebagian besar memburu barang yang akan di jualnya di pasar Kliwon. Pedagang tersebut juga menyampaikan bahwa, pasar kliwon adalah sumber penghidupannya, beliau menjelaskan bahwa awalnya sebagian besar dari mereka yang tidak punya apa-apa, menjadi punya apa-apa. Awalnya yang rumahnya jelek menjadi bagus, awalnya yang tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya, bisa menyekolahkannya hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hal tersebut juga tidak pernah bisa dibayangkan oleh pedagang tersebut bahwa hidupnya akan berubah jadi lebih naik seteah berdagang di pasar Kliwon. Sebesar itu pentingnya dan berpengaruhnya pasar Kliwon bagi kehidupan para pedagang.

Akhir-akhir ini yang menjadi keresahan para pedagang di pasar Kliwon adalah mengenai persebaran virus corona. Dimana saat online shop yang tidak mempengaruhi kegiatan jual beli yang berada di pasar, dengan mudahnya virus corona mengambil persepsi masyarakat akan bahayanya dengan keresahan dan kecemasan masyarakat mengenai persebaran virus corona mampu menurunkan secara drastis pembeli, dan pendapatan para pedagang.

Menurut penuturan salah satu pedagang yang berjualan di pasar Kliwon sejak tahun 1995 bertempat di lantai satu, pengunjung ataupun pembeli menurun sekitar 75% dalam seminggu terakhir. Yang awalnya pembeli atau pengunjung yang datang diibaratkan 100 orang menjadi 25 orang. Para pedagang tidak menampik resahnya akan pendapatan yang didapat melainkan juga masalah kesehatan yang menghantui. Masih banyak pedagang yang tetap berjualan untuk mendapatkan penghasilan.

Dalam hal ini pedagang tidak menyalahkan siapapun dalam kasus darurat ini. Pedagang tersebut tahu bagaimana rasanya berada diluar lingkungan dan berada disekitar orang banyak. Was-was, cemas, resah, namun jika tidak berjualan mereka berpikir akan mendapat pemasukan darimana, terlebih ada kebijakan penutupan pasar beberapa hari. Terutama para penjual jajanan kuliner, pembeli semakin sepi, karena kekhawatiran pembeli yang menganggap jajanan yang dijual di ruang terbuka tidak higinis lagi. Para pedagang hanya berharap bahwa keadaan agar segera membaik dan aktivitas berjaan seperti semula.

Beda pedagang beda pembeli. Pembeli berkurang karena tingkat kewaspadaan terhadap virus corona saat ini. Terlebih untuk saat ini kasus orang yang positif corona sudah mencapai lebih dari 500 orang di Indonesia. Pemerintah Pun akhirnya memperpanjang keamanan hingga akhir Mei. Dalam hal ini masyarakat hanya berantisipasi, bukan menghindari pasar. Pemenuhan kebutuhan pokok juga terhambat karena mereka yang tidak  leluasa untuk keluar rumah. Pemerintah juga berusaha keras untuk mengembalikan keadaan, masyarakat diharap dapat mentaati aturan pemerintah agar proses pemulihan berjalan lebih cepat.

Intinya pedagang dan pembeli berharap bahwa situasi genting ini akan segera pulih. Penjual bisa berjualan kembali, dan pembeli dapat kembali memenuhi kebutuhan pokok di pasar Kliwon. 

Dari penjelasan diatas diketahui bahwa dampak online shop maupun pasar modern lain tidak mempengaruhi eksistensi barometer perdagangan di pasar Kliwon, karena banyak pedagang online juga mengambil stock dagang di pasar Kliwon. Yang menjadi pengaruh saat ini adalah kasus persebaran virus corona yang menyebabkan pengunjung anjlok drastis di pasar Kliwon. Pendapatan para pedagang menurun drastis, jajanan di pasar Kliwon yang kurang diminati memberikan dampak kurs penurunan rating pasar. 

Sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah, bahwa masyarakat dapat bekerja sama membantu pemerintah dengan mengikuti instruksi yang telah diumumkan secara resmi. Kegiatan pasar yang dihentikan juga untuk kebaikan bersama , terkhusus untuk para penjual, mungkin akan sedikit masalah dengan penghasilan yang didapat namun lebih cepat proses pemulihan maka semuanya akan kembali dengan lebih baik secara berangsur.

(Setiyowati)

Barometer Pasar Kliwon Kudus Di Tengah Pandemi Covid-19 | patinews.com | 4.5

Leave a Reply