300 Sopir Angkutan dan Tukang Ojek Pangkalan Geruduk Kantor Dewan, Protes Ojek Online

300 Sopir Angkutan dan Tukang Ojek Pangkalan Geruduk Kantor Dewan, Protes Ojek Online

Patinews.com – Kota, 300 orang yang berasal dari sopir angkutan umum kota dan pedesaan, sopir Mini Bus, tukang ojek pangkalan dan becak yang tergabung dalam melakukan audiensi dengan anggota DPRD Kabupaten Pati. Senin, 17 September 2018.

Massa hadir dengan membawa 95 angkutan, 6 Bus dan 9 minibus serta puluhan becak dan moor ini berorasi didepan gedung Dewan, protes tentang keberadaan ojek online.

Selanjutnya 20 (dua puluh ) orang perwakilan memasuki ruang Rapat DPRD Kab. Pati untuk beraudiensi, yang dihadiri Ketua DPRD Pati Ali Badrudin, wakil ketua DPRD Pati Joni Kurnianto, anggota DPRD Awi, Kabag Ops Kompol Supriyanto Sh Mh, Kasat Sabhara AKP Sugino Sh, Kasat Lantas diwakili oleh Iptu Komang, Dishub Kab. Pati

Dalam audiensinya, korlap aksi, Suyanto mengungkapkan, awal audiensi bermula dari informasi terkait rencana pelantikan pengurus driver online pada tanggal 01 September 2018, guna menghindari benturan lebih jauh maka kami melakukan aksi unra.

“Kami menolak keberadaan angkutan On Line baik Grab Car maupun Grab Bike yang ada di Kab. Pati karena keberadaannya belum memiliki ijin untuk beroperasional di Wilayah Kab. Pati dan dianggap tidak sesuai dengan Undang – Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Permen Perhubungan Nomor 108 tahun 2017 tentang Angutan Sewa Khusus,” ujarnya

Sementara itu, perwakilan Ojek Pangkalan Pati, Guntur mengungkapkan, “Kami merasa resah dengan adanya angkutan online. Kami pernah melakukan musyawarah dan perjanjian dengan ojek online, dimana dalam perjanjian kepada ojek online tidak mengambil penumpang di pangkalan ojek di radius 200 meter. Namun perjanjian itu sering dilanggar oleh ojek online,”.

Dishub Kabupaten Pati yang diwakili Kasi angkutan Heru Suyanto menangggapi, “Dari menteri perhubungan menghimbau agar teansportasi darat dan transportasi tradisional untuk dipadatkan dahulu. Pemda wajib melindungi angkutan lokal. Yang mempunyai kewenangan mengeluarkan ijin angkutan online adalah Dishub Prov Jateng, dan sampai saat ini belum ada ijin untuk angkutan online,”.

Pada prinsipnya, lanjutnya, “kita mengambil langkah langkah antisipasi dengan menilang atribut angkutan online. Kami terus berupaya agar situasi di Kab. Pati tetap aman kondusif,”. (pn/wt)

patinews.com @patinewscom

redaksi@patinews.com

Share
Published by
patinews.com @patinewscom

Recent Posts

Penyelenggara KB Al-Azhar, Sambut Mahasiswa PKM Universitas Terbuka Pokjar Kudus

Penyelenggara KB Al-Azhar, Sambut Mahasiswa PKM Universitas Terbuka Pokjar Kudus PatiNews.Com - Kudus, "Selamat datang teman-teman mahasiswa Universitas Terbuka Pokjar…

2 jam ago

Tlogowungu Parade Bonsai, Ketika Hobi dan Seni Menyatu

Tlogowungu Parade Bonsai, Ketika Hobi dan Seni Menyatu PatiNews.Com - Tlogowungu, Banyak komunitas di masyarakat, dari komunitas otomotif, olah raga,…

2 jam ago

Hujan Tak Kunjung Turun, Ponpes Al Istianah Plangitan Pati Gelar Shalat Istisqo’

Hujan Tak Kunjung Turun, Ponpes Al Istianah Plangitan Pati Gelar Shalat Istisqo' Patinews.com - Kota, Musim kemarau berkepanjangan membuat sejumlah…

3 jam ago

Bupati Pati Buka Baksos Operasi Bibir Sumbing

Bupati Pati Buka Baksos Operasi Bibir Sumbing Patinews.com - Sosial, Bupati Pati Haryanto, membuka acara Bhakti Sosial (Baksos) operasi bibir…

4 jam ago

Peran Dibalik Layar Droping Air Bersih, Tak Bisa Disepelekan

Peran Dibalik Layar Droping Air Bersih, Tak Bisa Disepelekan Patinews.com - Kota, Kemarau panjang tahun ini merambah di sejumlah wilayah,…

4 jam ago

Dua Truk Tabrakan di Pantura Batangan, Hantam Satu Toko

Dua Truk Tabrakan di Pantura Batangan, Hantam Satu Toko Patinews.com - Batangan, Satu toko rusak berat akibat Laka Lantas yang…

5 jam ago